Mahfud MD: KPK Jangan Diombang-ambingkan oleh Opini

new malang pos
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD

NewMalangPos, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan tidak terpengaruh opini publik. Dinilai lebih baik atau lebih jelek, lembaga antirasuah ini bakal terlihat ‘taringnya’ ketika fokus pada kinerja dan temuan-temuan kasus koruspi.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Ia meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menghiraukan opini para pihak yang menilai lembaga antirasuah telah dilemahkan.

Masyarakat, kata dia, yang akan memberikan penilaian terhadap kinerja KPK.

“KPK jangan diombang-ambingkan oleh opini. Mau dinilai lebih baik atau lebih jelek tak perlu dijawab. Biar masyarakat berbicara dengan fakta dan data,” kata Mahfud melalui akun twitter pribadinya @mohmahfudmd, Minggu (28/2).

Baca Juga :  Doni Monardo Isolasi Mandiri Usai Positif COVID: Saya Tak Rasakan Gejala

Melansir dari CNN Indonesia Mahfud mengklaim KPK masih tetap eksis dan kuat sebab saat ini memiliki Dewan Pengawas yang kredibel. Selain itu, KPK dibekali kewenangan untuk melakukan supervisi, termasuk mengambil alih kasus dari Kejaksaan dan Polri.

“Upaya untuk lemahkan KPK selalu terjadi tiap periode tapi KPK tetap tegar. Karena sistem dan mekanisme KPK kuat,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK menangkap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (27/2) dini hari. Nurdin lantas ditetapkan sebagai tersangka suap proyek infrastruktur di Sulsel.

Baca Juga :  Gunung Semeru Masih Fluktuatif dan Berpotensi Luncurkan Awan Panas Lagi

Selain Nurdin KPK juga menetapkan dua orang tersangka lain, Sekretaris Dinas PUPR Sulsel Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto.

Nurdin diduga menerima Rp 2 miliar dari Agung melalui Edy. Uang tersebut diberikan agar Agung kembali mendapatkan proyek infrastruktur pada tahun ini. Nurdin juga diduga menerima Rp 3,4 miliar terkait proyek yang lain. (cnn/ley)