Mahasiswa PMM Kelompok 82 UMM, Edukasi PHBS Santri Pondok Anak Yatim Salman

PENYULUHAN: Wafiq Rizky Karima dan timnya dari UMM memberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada para santri Pondok Anak Yatim Salman.

MALANG, NewMalangPos – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penyuluhan di Pondok Anak Yatim Salman Karangbesuki. Penyuluhan yang mereka lakukan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anak santri di pesantren tersebut.

Hal itu dilakukan mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi. Sehingga berbagai upaya yang bersifat antisipasi perlu dilakukan, termasuk diantaranya edukasi kepada kalangan anak-anak dan remaja. Terutama kepada mereka yang tinggal di lingkungan pesantren. Karena setiap hari mereka hidup berkumpul di satu tempat. Jumat (14/9) lalu, kegiatan sosialisasi PHBS dilaksanakan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.

Koordinator Kegiatan Khoirush Shofa M menerangkan, penyuluhan ditujukan kepada anak-anak anak yatim di pondok guna meningkatkan kesadaran akan kebersihan diri sendiri dan juga lingkungan sekitar. “Ini perlu diterapkan di masa pandemi untuk membantu meminimalisir penyebaran virus Covid 19,” katanya.

Baca Juga :  Vaksinasi Civitas ITN Malang, Makin Optimis Gelar Kuliah Offline

Di tengah kondisi seperti ini, kata dia, penerapan pola hidup bersih dan sehat sangat penting. PHBS merupakan sebuah rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan. “Agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari-hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat dengan memenuhi standar kesehatan,” terangnya.

Materi yang diberikan dalam sosialisasi tersebut berupa penerapan protokol kesehatan.  Berupa cara mencuci tangan yang baik dan benar, cara menerapkan etika batuk, cara melakukan physical distancing dan cara menjaga kebersihan diri.

Baca Juga :  Keren, OSPIS Virtual

Pemberian edukasi mengenai PHBS ini dilakukan dengan penyuluhan atau dengan menggunakan media berupa poster. Khoirush Shofa menerangkan, salah satu bentuk media pembelajaran cetak yang dapat dengan mudah digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pembaca adalah poster.

Dalam kesempatan tersebut para santri Pondok Anak Yatim Salman juga diajarkan cara membuat desinfektan sesuai dengan formula dari Kementerian Kesehatan. Hasilnya digunakan untuk membersihkan lingkungan pondok. “Ke depannya anak-anak santri sudah bisa membuat desinfektan sendiri guna menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pondok,” tuturnya.

Baca Juga :  UIN Kecolongan!

Kegiatan sosialisasi PHBS ini merupakan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 82 gelombang 14. PMM sendiri adalah pengganti dari Kuliah Kerja Nyata (KKN). Berada di bawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM. Terdiri dari berbagai macam skema, salah satunya adalah PMM Bhaktimu Negeri seperti yang dilakukan oleh tim ini.

Kegiatan PMM ini diawasi dan dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Wahyu Andhyka Kusuma, S.Kom, M.Kom. Kegiatan PMM ini dilaksanakan selama kurang lebih 30 hari dengan berbagai kegiatan menarik yang bermanfaat khususnya bagi santri Pondok Anak Yatim Salman. (imm/adv/lim)

artikel Pilihan