Liburan Patuh Prokes

Pengunjung Mall di Kota Malang melakukan tes swab. (NMP-M.Mansyur)

Swab Antigen di Mall, Bentuk Satgas Wisata

NewMalangPos – Libur lebaran jangan lengah. Asik menikmati liburan tetaplah waspada menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Kota Malang pun perketat pengawasan di semua tempat keramaian seperti mall. Sedangkan Kota Batu fokus awasi tempat wisata. (baca grafis di Koran New Malang Pos edisi 12 Mei 2021)

Pemkot Malang bahkan meningkatkan pengawasan sejak Selasa (11/5) kemarin. Sehari jelang libur lebaran, mall, pusat perbelanjaan dan pasar ramai dipadati pembeli. Wali Kota Malang Drs H Sutiaji dan unsur Forkopimda turun tangan. Meninjau kepadatan di tiga lokasi pusat perbelanjaan di Kota Malang.

10 orang di Matahari Department Store kawasan Mitra Alun-Alun Kota Malang menjalani swab antigen mendadak. Delapan di antaranya merupakan pengunjung, dua lainnya kasir pusat perbelanjaan tersebut.

Pelaksanaan swab antigen secara acak itu dipantau langsung Wali Kota Malang Drs Sutiaji, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona.

“Kita ambil sampling random (secara acak,red). Kita pantau memang tadi 99 persen pengunjung dan pegawai sudah taat bermasker hanya kita butuh penguatan dengan rapid test (swab antigen) ini,” kata Sutiaji.

Pengambilan sample pengunjung dilakukan acak, sementara pemilihan pegawai diutamakan kasir. Karena tugas kasir sangat berisiko, kontak langsung banyak orang atau pengunjung. Saat itu pula beberapa menit setelah diambil tes hasil diberitahukan.

Beruntung seluruh warga yang menjalani test antigen ini tidak ada yang positif. Ditegaskan Sutiaji, rapis test antigen secara acak digiatkan di masa larangan mudik.

Baca Juga :  Warga Antre Panjang di Pabrik Isi Ulang Oksigen

“Pola seperti ini akan dilakukan lagi. Di pusat-pusat perbelanjaan dan tempat keramaian lainnya nanti. Kami berharap masyarakat taat prokes dan tetap waspada,” imbaunya.

Tidak hanya di Matahari Department Store, sidak dan pemantauan prokes juga dilakukan di beberapa pusat perbelanjaan lain. Yakni Alun-Alun Mall Ramayana dan Toko Baju Tren di Kawasan Pasar Besar Kota Malang.

Di Ramayana, Wali Kota Sutiaji dan jajaran Forpimda lebih banyak memberi imbauan penggunaan masker kepada pengunjung yang terlihat tidak mengenakan masker. Kebanyakan adalah pengunjung anak-anak.

Pengunjung anak-anak yang tidak menggunakan masker langsung diberikan masker gratis. Untuk segera dikenakan sambil diberi imbauan.

Saat ditanya mengenai sanksi, Sutiaji mengatakan baik pengunjung maupun pengelola mall dan pusat perbelanjaan yang kurang menerapkan prokes akan terlebih dahulu diberi teguran. Jika setelah dipantau kembali masih terlihat hal yang sama, maka tindakan selanjutnya pemanggilan pengelola. “Pengunjung bisa disanksi sosial atau ya itu tadi langsung rapid test,” tegas orang nomor satu di Pemkot Malang ini.

Selain mall dan pusat perbelanjaan kawasan lain yang dipantau adalah pasar. Sutiaji mengatakan pemantauan di pasar tradisional lebih sering dilakukan. Hanya saja personel diminta persuasive.

Jika ada kerumunan maka dibubarkan, jika ada yang tak bermasker maka diberi masker.

Tempat ibadah pun demikian. Salah satunya masji dipantau lebih ketat. Utamanya saat malam takbiran hingga Salat Id.

Baca Juga :  Kebocoran Gas LPG Jadi Penyebab Banyak Kasus Kebakaran

Sutiaji mengatakan sudah mengumpulkan tokoh-tokoh agama dan takmir masjid untuk mengantisipasi kerumunan. “Malam takbiran dilarang dilakukan keliling. Jadi dilakukan di masjid atau secara virtual,” papar Sutiaji.

Guna mencegah kerumuman di masjid saat Salat Id, Sutiaji menegaskan bahwa hanya yang sehat saja yang bisa masuk ke areal masjid dengan batasan kapasitas. Selain itu kapasitas juga kian dibatasi dengan pengaturan jarak antarjamaah tiap satu meter.

Pengawsannya, selain oleh pengelola tempat ibadah juga ditambah dengan tim pengawas dari perangkat wilayah.

Kasatpol PP Kota Malang Drs Priyadi MM menjelaskan sejak 14 hari sebelum hari raya, personel Satpol PP sudah diturunkan untuk memantau kawasan-kawasan tersebut.

“Ada mal, pasar hingga tempat ibadah. Kami pantau sejak masa pembatasan hingga masa larangan mudik sekarang,” jelas Priyadi.

Secara terpisah, Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terapkan prokes pencegahan Covid-19.  “Pengawasan ini kita lakukan segiat dan seketat mungkin sesuai apa yang sudah diatur. Karena kehawatirannya kasus penularan Virus Korona bisa melonjak jika warga euphoria dengan perayaan hari raya,” jelas Husnul.

Tim satgas akan terus melakukan pemantauan dan tidak akan henti-hentinya mengingatkan warga melaksanakan prokes. Penindakan seperti sanksi sosial juga akan diterapkan Satpol PP.

“Memang dalam beberapa hari terakhir kasus Covid-19 Kota Malang fluktuatif. Ada peningkatan tapi tak tinggi. Menurun juga tidak menurun signifikan. Tapi tetap kita waspada,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang ini.

Baca Juga :  Diah Rahmawati Wicaksananingtyas Penggerak Petani Milenial

Dinkes akan menyiapkan petugas dan alat swab test agar digunakan di pusat-pusat perbelanjaan atau mall yang terpantau ramai. 

Sedangkan di Kota Batu fokus pantau tempat wisata, penginapan, restoran dan berbagai pusat keramaian selama libur lebaran 12-16 Mei.  Hal itu disampaikan  Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq.

“Hari ini (kemarin) kami membentuk Satgas Covid-19 sektor pariwisata. Satgas dibentuk di masing-masing kecamatan. Mereka terbagi dalam tiga tim,  di antaranya Tim Macan, Banteng, dan Singa,” jelas Arief.

Masing-masing tim terdiri dari lima petugas Dinas Pariwisata. Mereka akan memonitoring dan mengevaluasi penerapan prokes selama libur lebaran. Sebelumnya telah memberikan pelatihan kepada dua atau tiga perwakilan dari pelaku wisata, hotel dan restoran untuk menjadi petugas penegak disiplin.

“Jika ada wisatawan yang berkerumun atau melepas masker maka petugas penegak disiplin boleh memperingatkan pelanggar secara santun. Jumlah petugas penegak disiplin berbeda, tiap tempat wisata sekitar 5-10 orang di tiap wahana. Tergantung dari tempat wisata,” urainya.

Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo menurunkan tiga personel di tiap tempat wisata. Salah satu tugas yakni mengingatkan wisatawan yang melanggar prokes seperti berkerumun hingga tak bermasker. “Pengawasan tempat wisata ini penting. Karena pembatasan atau penyekatan yang dilakukan tidak akan berguna tanpa diimbangi penerapan prokes,” pungkas perwira menengah dengan dua melati di pundak itu. (ica/eri/van)  

artikel Pilihan