Lega, Akhirnya Main Bola Lagi.. (1)

15
Stenly Rehardson

Catatan dari Solo oleh Wartawan New Malang Pos, Stenly Rehardson

Solo, NewMalangPos – Akhirnya sepak bola di Indonesia segera bergulir lagi. Bergulir dalam arti pertandingan resmi dan mendapatkan izin polisi. Piala Menpora 2021 yang dinanti, siap kick off Minggu (21/3) hari ini, yang sempat saya nanti dengan deg-degan setengah mati. Bermula dari Stadion Manahan di Kota Solo, Jawa Tengah.

Wah, mungkin ada yang berpikir itu berlebihan. Tapi, ternyata itulah faktanya bagi saya. Sebelum akhirnya tiba di Solo, Jumat (19/3) sore berbarengan saya mengawali menulis catatan ini, saya harus away dulu ke sisi barat Pulau Jawa.

Kota Bandung. Saya berada di Bandung sejak 16 Maret 2021 lalu. Away yang tidak pernah saya rencanakan, bahkan ini seperti ‘paksaan’ serta sangat dadakan, dan saya di sana sampai 19 Maret 2021. Tapi kisah lengkap dari Bandung akan saya ceritakan di edisi berikutnya saja.

Yang jelas waktu itu, saya sudah merasa nervous sejak pagi. Dan hal itu pun sudah tersampaikan ke Cak Slatem, uploader dan designer digital New Malang Pos.

Waktu itu saya bilang, saya deg-degan. Belum tahu penyebab pastinya, semua berkecamuk. Hanya saja, permasalahan utamanya, adalah penunjukan ke Solo, liputan Arema FC yang sudah saya terima di pekan sebelumnya.

Kenapa saya deg-degan? Padahal liputan luar kota, dan bahkan dengan jangka waktu yang lebih lama pernah saya alami. Dulu, saya pernah nyaris dua bulan, Bali, Kaltim, Bali lagi hingga akhirnya ke Jakarta, dalam satu waktu berurutan. Nah, ini paling juga 12 hari.

Saya hanya menemukan jawaban. “Ini kan berbeda. Pandemi, aturan rumit bin ribet, dan saya belum dapat jawaban dari Panpel Solo. Apply registrasi sudah, tapi tidak ada tanda-tanda jawaban,” ujar saya kepada Cak Slatem ketika makan siang, Senin awal pekan kemarin. Bahkan saya nggak enak makan, cuma pesan weci dan tempe goreng untuk mengisi waktu makan siang.

Setelah bicara ngalor ngidul dan sempat saya selipkan kabar bahwa sudah siapkan kopor di atas kasur, ditambah tumpukan baju yang siap ambil atau kirim begitu waktunya ke Solo, tiba-tiba ada telepon. Pak Jon!

Dia mengabari, Arema FC ada uji coba tapi tertutup di Stadion Kanjuruhan. Lawannya Madura United. Karena wartawan sang pemilik rubrik dijadwalkan libur, saya diminta datang ke sana. Suwer, deg-degan dimulai lagi. Boleh masuk gak sih ke stadion?

Saya sempat kontak sana sini, dan mengatur strategi. Hanya untuk ke Stadion Kanjuruhan.
Hingga akhirnya saya konfirmasi kalau boleh, tapi ‘keep’ dulu sampai laga usai. Oke, saya langsung mengatur jadwal, 13.30 WIB berangkat. Tapi di tengah-tengah asyik editing, Iwan Setiawan tiba-tiba WhatsApp. Dia iseng bertanya, “Nggak kangen liputan Arema?”

Setelah perbincangan singkat di WA, akhirnya teman saya tadi menjemput di depan Stasiun Kotabaru. Saya sampaikan juga rasa nervous hingga persiapan kopor di rumah yang jaraknya 35 km dari Kota Malang.

“Pokoknya, saya siap kalau disuruh berangkat. Entah dari Arema, dari kantor atau dari manapun,” tegas saya.

Oke, setelah itu saya lebih tenang sampai akhirnya bisa masuk stadion dan melihat latihan bersama Arema FC melawan Madura United. Begitu usai laga dan perjalanan pulang, telepon saya bergetar. Ada yang menanti kepastian di seberang telepon. Hingga akhirnya Pak Manajer turun tangan.

“Fiuh..” Kembali saya melepaskan nafas kuat-kuat. Lega. Ternyata ini jawaban nervous sepanjang hari ini.

Harus dadakan liputan. Dan harus lihai berhitung serta bertindak cepat. 18.45 WIB. Saya telepon teman di tempat asal untuk mengirimkan kopor dan memasukkan isi yang sudah saya siapkan sejak pagi. Hanya ada dua jam. Berburu dengan waktu dan tentunya saya harus memperhitungkan, bakal dua pekan lebih di kota lain. Belum lagi, menyelesaikan tugas tulisan hari itu.

Liputan luar kota di sepak bola, ternyata dimulai lebih cepat. Tidaklah 19 Maret atau menunggu kick off 21 Maret. Tapi 15 Maret saya berangkat ke Bandung, tanggal 16 Maret tiba siang hari. Besoknya mengikuti Arema FC Women bermain di Lembang, lalu 18 Maret giliran bermain di Lapangan Secapa AD Kota Bandung.

Dan weekend ini, saya sudah di Bumi Pasoepati. Hari ini pun harus ‘facing the giant’ berbagai adaptasi baru untuk peliputan. Mulai dari verifikasi, memotret dari tribun dan mungkin bahkan, hanya dianggap sebagai pelengkap demi protokol kesehatan super ketat. Bahkan sampai saya menulis ini, Sabtu (19/3) malam sekitar pukul 19.30 WIB, baru dapat konfirmasi kalah New Malang Pos bisa masuk Stadion Manahan Solo. Besok swab. Puji Tuhan..

Sama seperti para pemain, setidaknya kita semua harus lega, akhirnya liputan sepak bola lagi. Memulai segala laporan wartawan New Malang Pos dari Solo, dan semoga lancar serta dimudahkan sampai akhir helatan Piala Menpora 2021. (ley)