Lab Terpadu dan Halal Center Unisma, Lakukan Pendampingan Sertifikasi Halal Hotel-Resto

6
SINERGI: Rapat Kerja persiapan Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Halal Pemkot Malang bekerjasama dengan Bank Indonesia, Unisma dan Ponpes Bahrul Maghfiroh

MALANG,NewMalangPos – Universitas Islam Malang (Unisma) dipercaya Pemerintah Kota Malang untuk melakukan Pendampingan Sertifikasi Halal untuk Hotel dan Resto. Dalam hal ini Laboratorium Terpadu dan Halal Center Unisma bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang.

Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si memberikan kepercayaan kepada Lab Terpadu dan Halal Center untuk melakukan pendampingan terhadap hotel, restoran dan UMKM yang ada di kota Malang.

Pada periode 2019 hotel yang mendapat pendampingan adalah Whizz Prime Hotel, Griya Brawijaya, Maxone Hotel dan Hotel Margosuko. Pada Periode 2020 mendampingi Whizz Prime Hotel, Hotel Pelangi, Maxone Hotel, Grand Cakra Hotel. Dan pada periode 2021 mendampingi whizz prime hotel, maxone hotel, hotel pelangi, dan hotel grand cakra.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses pendampingan ada beberapa tahap, diawali dengan pelatihan atau workshop, pendampingan, dan hasil. Tahap awal pelatihan atau workshop sistem jaminan halal dilaksanakan di Unisma pada 21 Agustus 2019 lalu. Dengan narasumber dari LPPOM MUI, Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan agenda penyampaian materi tentang sistem jaminan halal dan selanjutnya klinik pengisian dokumen Sistem Jaminan Halal. Peserta pada kegiatan ini merupakan perwakilan dari manajemen Hotel dan Restoran yang telah diundang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang. “Setiap hotel mengirim tiga perwakilan untuk selanjutnya mensosialisasikan di tempat kerja dan sebagai Tim Manajemen Halal,” ujar Kepala Laboratorium Pusat dan Halal Center Unisma, Hj. Novi Arfarita, SP, MP, M.Sc, Ph.D.

Pada tahun 2020 juga dilaksanakan Pelatihan Sistem Jaminan Halal yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 15 dan 21 Oktober 2020. Bertempat di Disporapar Kota Malang. Peserta kegiatan ini berasal dari “Hotel dan restoran yang dipilih oleh Disporapar dan sebagian merupakan peserta yang telah mengikuti pendampingan pada tahun 2019,” katanya.

Novi memaparkan, pendampingan untuk hotel dan restoran dibagi menjadi beberapa rangkaian. Yaitu penyerahan dokumen hasil pelatihan, pemeriksaan dokumen, surat hasil pemeriksaan, visitasi ke hotel/restoran, perbaikan dokumen oleh hotel dan restoran, visitasi akhir, dan persiapan audit. “Setelah audit akan keluar memo jika ada dokumen yang kurang atau bahan yang perlu diganti. Setelah dilengkapi dan diperbaiki, kemudian masuk ke komisi Fatwa MUI dan setelahnya Sertifikat Halal dikeluarkan,” terangnya.

Hotel Pelangi yang terletak di Pusat Kota Malang dan merupakan Hotel Heritage sedang dalam proses pendampingan oleh Halal Center pada tahun 2020. Manajemen dari Hotel Pelangi sangat mendukung untuk komitmen sertifikasi Halal. Mereka juga mendukung dalam pengerjaan dokumen. “Selama ini sudah berjalan dua kali pendampingan,” imbuhnya.

Persiapan Sertifikasi Halal dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Sehingga dengan mudah dapat segera memperbaiki dokumen Sistem Jaminan Halal (SJH). Namun sampai saat ini (awal 2021) belum masuk pada tahap penyerahan dokumen ke LPPOM MUI. Sehingga audit oleh LPPOM MUI belum bisa dilaksanakan. “Kami yakin komitmen dari Hotel Pelangi masih kuat untuk melanjutkan sertifikasi halal,” kata Novi.

Sementara itu, hotel-hotel yang lain masih menjalani proses persiapan dokumen. Diantaranya Hotel Maxone dan Graha Cakra Hotel. Halal Center Unisma sudah melaksanakan pendampingan sejak 2019. Namun karena kendala Sumber Daya Manusia (SDM) hotel dan kondisi pandemic, sehingga pihak hotel tidak melanjutkan sampai pada proses audit oleh LPPOM MUI.

Sama halnya dengan Hotel Pelangi, Manajemen Hotel Hotel Maxone dan Hotel Grand Cakra, juga mendukung proses sertifikasi halal. Tentu itu sangat berpengaruh dalam kelancaran proses. Selain kesiapan menu dan bahan serta SDM yang mengerjakan SJH, peran manajemen hotel sangat penting dalam mendukung proses Sertifikasi Halal.

Sedangkan Pemkot dan Halal Center dalam hal ini adalah pihak fasilitator untuk keberhasilan dan kemudahan proses SJH bagi pihak hotel dan resto. “Komitmen untuk sertifikasi halal mereka semua sangat kuat, semoga kedepannya semua tahapan dan proses sertifikasi halal semakin mudah,” harapnya. (imm/adv/)