Kunci Sukses Pengusaha Sandal Kulit Pasuruan Bertahan Saat Pandemi COVID-19

9
Sandal kulit (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)

NewMalangPos -Asyari (48) merupakan pengusaha sandal kulit di Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Ia bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Asyari membagi kiat bertahan di masa sulit. “Saya terus berupaya memperbanyak model sehingga pembeli punya banyak pilihan. Kualitas juga dipertahankan meski keuntungannya sedikit,” kata Asyari di rumahnya, dikutip Detik News, Sabtu (6/3).

Sandal produksi Asyari dibuat dengan tradisional. Sehingga kualitasnya terjaga dengan baik. Para karyawan bekerja di keahliannya masing-masing. Antara lain memotong bahan, menjahit hingga finishing.

“Saya buat sandal anak-anak dan orang dewasa,” imbuh pria yang sudah melintasi usaha sandal kulit sejak tahun 2000 ini.

Untuk sandal anak-anak dijual dengan harga paling murah Rp 27 ribu. Sedangkan sandal orang dewasa Rp 70 ribu.

“Saya kirim ke Surabaya, Pontianak dan dijual di Pasuruan sendiri,” terang Asyari.

Diakui Asyari, selama pandemi COVID-19 produksi memang terganggu sehingga pendapatan menurun. Namun saat ini, produksi mulai normal.

“Dulu sebelum pandemi COVID-19 sebulan bisa untung hingga Rp 10 juta. Saat pandemi turun jadi Rp 5 juta,” pungkas Asyari.

 (sun/bdh/dtk/nmp)