Kota Malang Percontohan Sekolah Penggerak

5

MALANG, NewMalangPos – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2021 menjadi istimewa bagi Kota Malang. Pasalnya Kota Malang didapuk menjadi salah satu daerah percontohan sekolah penggerak untuk mewujudkan Merdeka Belajar yang sesuai tema Hardiknas tahun ini, “Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar”.

 “Impelentasi Merdeka Belajar memang sudah mulai kita lakukan. Khususnya karena kita sudah memulai pembelajaran tatap muka, kita didapuk menjadi percontohan sekolah Penggerak. Ini dealnya untuk mewujudkan merdeka belajar tadi,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana.

Dijelaskannya, merdeka belajar di sini merupakan sebuah konsep guru dan siswa “merdeka” dalam mengemban dan memberikan ilmu. Guru akan lebih diarahkan untuk mengawasi dan memberi arahan pembelajaran.

Sedangkan, siswa atau anak didik akan dibebaskan untuk berkreasi dan berpikir kreatif. Suwarjana menjelaskan, konsep belajar ini diharapkan dapat menghasilkan output pembelajaran yang lebih luwes namun tepat sasaran.

“Adik-adik siswa kita akan didorong terus untuk berpikir kreatif. Mata pelajaran yang ada dapat digali dari berbagai macam sumber hingga pemikiran si anak sendiri. Guru mengawasi dan mengarahkan. Siswa akan didorong aktif,” tegas mantan Kabag Umum Pemkot Malang ini.

Dijelaskannya, 95 persen sekolah yang ada di Kota Malang mulai menerapkan pembelajaran tatap muka, Suwarjana yakin konsep Merdeka Belajar dapat segera diwujudkan dengan baik. Meskipun tidak semua siswa dapat masuk seperti biasa karena dibatasi aturan Prokes.

Akan tetapi hal ini akan menjadi goal sistem pendidikan Kota Malang berikutnya. Ia menegaskan, belenggu pandemi Covid-19 tidak akan menghentikan kekuatan pendidikan di Kota Malang. Salah satunya dengan menambah infratruktur pendidikan dengan pembangunan sekolah baru.

“Kita juga akan menambah 3 sekolah baru, SMP, tahun ini,” jelasnya.

Tiga sekolah baru akan ditempatkan di wilayah yang kurang jumlah sekolahnya, yakni Kelurahan Mulyorejo, Gadang dan Polehan. Total anggaran yang digelontorkan adalah sebesar Rp 24 miliar.  

Di sisi lain, Pemerintah Kota Malang juga terus berupaya memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik diantaranya dengan menaikkan insentif bagi 2.172 Guru PAUD/RA/Tutor, mendistribusikan bantuan sosial bagi 1349 pekerja seni dan pedagang sekolah di era pandemic dan menyalurkan beasiswa bagi 481 siswa didik berprestasi dari keluarga kurang mampu jenjang SD hingga perguruan tinggi. (ica/aim)