Kopi Kane, Kenalkan Kopi Malang ke Kancah Internasional

foto: Firman/NMP

Malang, NewMalangPos – Malang dikenal sebagai penghasil kopi yang memiliki cita rasa beragam. Kopi Kane berupaya menggali lebih dalam potensi tersebut agar kopi Arema dapat dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng petani kopi di lereng gunung Arjuno melalui pengaturan budidaya.

Budidaya kopi di lereng gunung tersebut mengatur cara penanaman kopi berdasarkan ketinggian tanah. Misalnya lahan yang memiliki ketinggian 1000 mdpl akan ditanami varietas Komasti, varietas lini S ditanam pada ketinggian 1200 mpdl, pada ketinggian 1300 mdpl varietas yang digunakan juga akan berbeda.

Petani kopi Arif Van Botjek mengatakan, pengaturan di gunung dengan bantuan dari Kopi Kane tersebut diharapkan ke depannya dapat menyajikan kopi specialty dan sekitar tiga sampai empat tahun lagi harapannya cupping skor mencapai minimal 88-90.

Baca Juga :  Gejala Paling Umum Diabetes pada Wanita di Atas 40 Tahun

“Cupping skor adalah nilai cita rasa kopi dan aromanya, skor 88 itu specialty, apabila dapat menembus 90 ketika dijual harganya dapat mencapai Rp 800 ribu per kilogram bahkan bisa sampai Rp 40 juta per kilogram,” ujar Arif.

Dilanjutkannya bahwa saat ini perkebunan kopi miliknya berupaya menggunakan standarisasi yang bagus agar menghasilkan cupping skor tinggi dan grading bagus. Bahkan sejak adanya kerja sama dengan Kopi Kane standarisasi kopi ini tak lagi pakai SNI melainkan FCA. Yakni sertifikasi yang diakui secara internasional.

Baca Juga :  Sedih… Banyak Lagu K-pop Hilang di Spotify

“Mudah-mudahan kopi di Arjuno bahkan di Indonesia kualitasnya sudah bagus, apalagi kopi di Malang itu unik jika Aceh Gayo memiliki rasa yang seragam di Malang misal kopi dampit, Arjuno, Bromo itu cita rasanya berbeda-beda meskipun varietasnya sama,” tegasnya.

Misalnya kopi asal Dampit rasa coklatnya lebih kuat, kopi dari Arjuno berbeda yakni dengan nuansa caramel lebih dominan, banana dan jeruk. Dengan perkembangan luar biasa di industri kopi, kedepannya Kopi Kane berupaya menjaga kualitas dan menyesuaikan cita rasa seperti keinginan konsumen.

Baca Juga :  Customer Otomotif Wait and See

“Misalnya kopi manual customer inginnya tekstur lebih manis saat proses fermentasinya suhu akan dinaikkan, jadi sekarang untuk menghasilkan kopi berkualitas petani pun harus belajar kimia seperti mengatur suhu di setiap prosesnya,” tutup Arif.

Beragamnya kopi di Malang menjadi peluang besar untuk dikembangkan. Bahkan dari delapan kopi terbaik di dunia, lima di antaranya berasal dari Malang. Ditambah dengan teknologi yang mempuni serta akses informasi jauh lebih mudah seharunya kopi Malang dapat dikenal dunia. (lin/nda)