Kopaska Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air

NMP
Kopaska TNI AL menemukan bagian tubuh yang diduga korban pesawat jatuh Sriwijaya Air. Bagian tubuh itu diangkat dari kedalaman air 17-20 meter. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Bisma Septalisma/Newmalangpos).

NewMalangPos – Tim Penyelam Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL menemukan bagian tubuh yang diduga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Pulau Seribu, Jakarta.

Mengutip Antara, Minggu (10/1), bagian tubuh diangkat dari bawah air di kedalaman 17-20 meter pada pukul 09.40 WIB. Bagian tubuh diangkut bersama serpihan pesawat.

“Masih banyak potongan di bawah air,” kata Dankima Satkopaska Koarmada I Mayor Laut (P) Edy Tirtayasa.

Ia menjelaskan empat tim diturunkan untuk membantu pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Satu tim berada di KRI Teluk Gilimanuk, satu tim di KRI Rigel-933, dan dua tim lain berangkat menggunakan dua sea rider.

Baca Juga :  Dampak Guguran Awan Panas Semeru, Ribuan Pengungsi Bertahan di Perbukitan

“Sebagian penyelam pernah ikut membantu evakuasi pencarian pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang pada tahun 2018 lalu,” tuturEdy.

Mengutip CNN Indonesia, sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Baca Juga :  Ramai Bursa Sekda

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga :  Pasien Korona RSSA Didominasi Luar Malang

Sejumlah armada angkatan laut milik TNI dikerahkan, sekitar 10 kapal diterjunkan ke lokasi diduga jatuhnya pesawat di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Di antara kapal-kapal TNI AL yang dikerahkan, yakni KRI Teluk Gilimanuk-531 mengangkut para kru SAR dan juga awak media. Lalu KRI Rigel-933 milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal). (Antara/bir/CNNI)

artikel Pilihan