Komunitas Gimbal Bersih Bersih Masjid

4
new malang pos
Anggota Komunitas Gimbal Alas membersihkan masjid Al Muhajirin Jalan Jembawan secara sukarela. (NMP-IAN NURMAJIDI)

MALANG, NewMalangPos – Mencari berkah di bulan Suci Ramadan, Komunitas Gimbal Alas Indonesia melaksanakan Gerakan Resik Resik Masjid setiap Rabu.

Kali ini, komunitas anak anak muda kreatif itu membersihkan masjid Al-Muhajirin Jalan Jembawan VII, Sawojajar 2, Rabu (14/4) siang kemarin. Kurang lebih ada sebanyak 20 orang anggota Gimbal Alas Indonesia membersihkan setiap sudut masjid. Mulai dari atap atas, kaca masjid, karpet masjid hingga kamar mandi dan tempat wudhu. 

Koordinator Gerakan Resik Resik Masjid, Endik Dasim mengatakan, pembersihan yang dilakukan secara gratis ini dilakukan pada siang hari selama bulan Ramadan. Sedangkan diluar bulan Ramadan, biasanya dilakukan pada pagi hari. “Tidak ada perbedaan, hanya beda waktu saja. Biasanya pagi, sekarang setelah Dhuhur. Kalau permintaan tetap terjadwal, ngantri. Paling ya dua minggu antrinya. Alhamdulillah setiap Rabu tidak pernah berhenti. Gerakan resik resik masjid ini kita laksanakan setiap Rabu pagi jam delapan, kalau puasa jam setengah satu,” ujar Endik kepada New Malang Pos, kemarin.

Menurut Endik, tidak ada kriteria khusus bagi masjid yang akan dibersihkannya. Namun demikian ia perlu mensurvey terlebih dahulu masjid yang akan dibersihkan karena keterbatasan jumlah anggota yang membersihkan. Sedangkan peralatan yang digunakan, menurut Endik sudah cukup lengkap.

“Yang kita kerjakan ini musala dan masjid. Jadi untuk jadwal sesuai dengan permohonan, kadang rekomendasi dari temen temen relawan. Jadi nanti kita survey untuk lokasi dan menentukan besar kecilnya masjid atau musala. Semua gratis termasuk perlengkapan. Alhamdulillah kita perlengkapan sudah lengkap mulai obat obatan untuk toilet, kamar mandi, sama vacuum cleaner dan perlengkapan penunjang seperti tangga dan sebagainya,” jelasnya.

Anggota gerakan yang memiliki latar belakang berbeda beda ini memang sejak awal berkomitmen untuk melakukan kegiatan sukarela. Awalnya gerakan tersebut dikatakan tercetus justru saat tidak ada kesibukan para anggotanya.

“Ini kita berangkat dari komunitas Gimbal Alas yang terdiri dari relawan, SAR, penghijauan, hobi naik gunung, arung jeram, kebetulan waktu itu tidak ada kegiatan rutin. Jadi ada beberapa teman yang punya ide, daripada tidak ada kegiatan akhirnya waktu itu empat orang langsung menuju masjid. Lalu kita share dan kemudian banyak yang minat. Banyak yang aktif dan murni gerakan moral kita saja,” tandasnya.

Gerakan tersebut ternyata selalu mendapat respon positif dari masyarakat. Kata Endik, gerakan tersebut bahkan telah dilakukan di luar kota. Sesuai yang diharapkan Endik, Gerakan Resik Resik Masjid yang dilakukan oleh Gimbal Alas Indonesia ini dapat dirasakan oleh masyarakat luas. “Paling jauh di Tumpang Gubuk Klakah dan Bulak Banteng Surabaya. Kalau luar kota hari Minggu. Dengan sukarela, gerakan kita bisa menyeluruh bisa dirasakan oleh masyarakat tanpa tendensi apa apa,” pungkas Endik. (ian/udi)