Kompetisi Minim Pengaruhi Performa Alvin Tehupeiory di Olimpiade Tokyo 2020

Foto: Alvin Tehupeiory

TOKYO, NewMalangPos – Langkah pelari putri Indonesia Alvin Tehupeiory terhenti pada putara pertama Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Jumat (30/7).

Alvin melintasi garis akhir paling lama di Heat 2 dengan catatan waktu 11,92 detik. Pelari kelahiran Ambon itu tidak mampu mencapai semifinal pada nomor 100 M putri.

Alvin menganggap minimnya kompetisi selama pandemi membuat performanya di bawah harapan. Padahal, ia sempat menargetkan catatan waktu 11,56 detik atau lebih cepat dari itu. Selain bisa mengalahkan rekor pribadinya 11,64 detik. Pelari berusia 25 tahun itu juga bertekad memecahkan rekor nasional putri yang dipegang Irene Truitje sejak 1999.

Baca Juga :  Fans Barcelona Akan Menyanyikan Lagu Messi di Setiap Laga

“Saya masih belum fokus. Masih memikirkan yang lain. Selain itu, selama pandemi tidak ada perlombaan sehingga agak kaget karena tidak ada pengalaman berlomba,” katanya.

Pengalaman berlomba memang sangat diperlukannya. Walau sudah tampil di ajang sebesar olimpiade, Alvin baru memulai kariernya di nomor 100 M sejak tahun 2019. Itu terjadi usai dia menjadi juara nasional di nomor tersebut pada tahun 2019. Sebelumnya, Alvin memiliki spesialisasi di nomor 400 M Lari Gawang.

Saat babak pra-kualifikasi, Alvin mencatatat waktu tercepat ketiga 11,89 detik di Heat 3. Hanya kalah tipis dari Joella Lloyd asal Antigua dan Barbuda 11,55 detik dan Asimenye Simwaka asal Malawi 11,76 detik.

Baca Juga :  Wasit Oliver Buka Suara, Akui Kesalahan Cedera Van Dijk

Ia pun berhak melaku ke putaran pertama di Heat 2. Di sana, ia tergabung dengan Elaine Thompson-Herah dari Jamaika yang menempati peringkat ke-2 dunia dan Khamica Bingham dari Swiss peringkat ke-14 dunia.

Sayangnya, catatan waktunya melambat 0,03 detik dari babak sebelumnya menjadi 11,92 detik. Ia sampai paling akhir. Sementara Thompson-Herah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 10,82 detik.

“Yang pasti senang sekali bisa bertemu langsung dengan Elaine Thompson. Dan, jadi pengalaman berharga buat saya agar ke depan saya bisa tampil lebih baik. Saya bisa melihat cara dia pemanasan, caranya keluar dari starting block, dan bagaimana dia menenangkan diri. Dia juga ramah dan membalas saat saya menyapa,” ujarnya.

Baca Juga :  Satu Langkah Gerindra di Sandi

Ia pun meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena masih belum bisa menampilkan yang terbaik di Olimpiade Tokyo 2020.

“Kepada masyarakat Indonesia yang selama ini telah mendoakan dan mendukung saya. Saya minta maaf karena saya belum bisa memberikan yang terbaik. Semoga ke depannya, saya bisa tampil lebih baik lagi,” ujar Alvin usai berlomba. (abr/jon)

artikel Pilihan