Komisi B DPRD Kota Batu, Temukan Banyak Kendala Pengembangan Jaringan Air

Pelayanan bagi masyarakat terus ditingkatkan kepada masyarakat Kota Batu.

NEW MALANG POS, KOTA BATU – Rencana pengajuan penyertaan modal untuk pengembangan jaringan air oleh Perumdam Among Tirto Kota Batu dalam R-APBD 2022 mendapat tanggapan dari Komisi B DPRD Kota Batu.

Untuk memastikan apakah perusahaan plat merah tersebut layak mendapat penyertaan modal yang diajukan. Maka Komisi B turun langsung ke lapangan untuk memastikan apa saja kebutuhan dan permasalahan untuk pengembangan jaringan air. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Hari Danah Wahyono.

“Beberapa waktu lalu, Komisi B DPRD Kota Batu telah melakukan peninjauan ke tandon dan sumber mata air yang dikelola Perumdam Among Tirto Kota Batu. Peninjauan yang kami lakukan untuk memastikan peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat dan kendala yang dialami di lapangan,” ujar Hari Danah kepada New Malang Pos.

Baca Juga :  16 Tomas dan Toga Siap Divaksin Pertama

Ia menerangkan beberapa tempat yang ditinjau adalah Sumber Banyuning dan Gemulo. Kemudian tandon air yang berada di Jalan Sultan Agung dan rencana pembangunan tandon di Desa Oro-oro Ombo.

“Dari beberapa lokasi, kami juga menemikan kendala. Diantaranya ada pipa di Sumber Banyuning yang diputus karena warga tidak menghendaki. Sehingga pihak DPRD bakal melakukan diskusi bersama untuk membahas masalah tersebut,” bebernya.

Dengan adanya diskusi yang dilakukan ia berharap mengetahui apa alasannya pipa diutus. Kemudian mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan mengundang kepala desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

“Melalui duduk bersama kami ingin ada solusi yang tidak merugikan warga dan pipa yang diputus bisa termanfaatkan dengan maksimal. Karena selama ini air dari pipa yang terputus terbuang sia-sia ke aliran Sungai Brantas,” terangnya.

Baca Juga :  Dua Mini Bus DAMRI Jalur Batu-Bromo Gratis Seminggu

Kemudian di Sumber Gemulo, Komisi B menemukan tandon kosong yang tidak bisa diisi. Diketahui kendala tidak terisinya tandon karena lahan sekitar tandon merupakan milik swasta. Sehingga perusahaan plat merah tersebut tidak bisa memasang pipa.

Hal yang sama juga terjadi di tandon yang berada di Jalan Sultan Agung. Tandon yang sudah diserahkan oleh Pemkab Malang kepada Pemkot Batu sejak tahun 2013 juga belum dimaksimalkan karena kendala yang sama. Yakni lahan disekitar tandon adalah lahan milik warga.

“Dengan permasalahan yang dialami itu, Komisi B akan segera mengirim berita acara untuk diajukan kepada Pemkot Batu. Sehingga lahan bisa terbeli atau bisa sewa agar tandon tersebut bisa dimaksimalkan oleh Perumdam dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” bebernya.

Baca Juga :  Nelayan Ngantang Tewas Tenggelam

Sementara itu, Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu, Edi Sunaedi mengatakan bahwa pihaknya sangat senang Komisi B bisa melihat permasalahan yang dialami di lapangan oleh Perumdam Among Tirto. Dengan mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, legislatif bisa mengetahui apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan.

“Dari hasil peninjuan ada banyak potensi masalah yang harus diselesaikan. Contohnya di Sumber Banyuning yang masih terkendala dengan masyarakat. Serta kendala fasilitas penunjang yaitu lahan sekitar tandon yang dimiliki pihak perorangan yang membuat kami tidak bisa melakukan penanaman pipa,” paparnya.

Dengan kendala yang ada di lapangan tersebut, Sokek, sapaan akrabnya berharap ada solusi terbaik. Sehingga tandon bisa segera dimanfaatkan untuk pengembangan jaringan air bersih bagi warga Kota Batu. (eri)

Pilihan Pembaca