Klaster Kampus Terus Meningkat, UM Siapkan Isoter di Wisma Edelwis

ISOTER: Universitas Negeri Malang menyiapkan wisma Edelweis sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter) mahasiswa yang terpapar Covid-19. (Mada/Malang Posco Media)

Malang Posco Media –  Klaster sekolah dan kampus harus diwaspadai di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Malang. Kasus aktif pada akhir pekan kemarin, mencapai 688 kasus. Bahkan, pada 5 Februari kemarin, pertambahan positif Covid-19 sebanyak 227 orang. Tercatat ada 22 kasus Omicron di Kota Malang. Klaster kampus juga bertambah. Di Universitas Negeri Malang dari awal hanya 7 kasus sampai akhir pekan kemarin, bertambah menjadi 30 orang terpapar Covid-19.

Sebelumnya, UM melaporkan ada tujuh kasus positif Covid-19, terdiri dari satu dosen dan enam mahasiswa.  Anggota Satgas Covid-19 UM Erianto Fanani menjelaskan, 30 orang tersebut terdiri dari dosen dan mahasiswa dari beberapa fakultas UM. Sembilan orang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) di safehouse UM. Sisanya melakukan Isoman di rumah masing-masing. “Untuk saat ini memang kasus positif Covid-19 sudah mencapai 30 orang. Tidak perlu khawatir, karena semua sudah kami atasi dengan baik.,” kata Erianto kepada Malang Posco Media, kemarin.

Baca Juga :  Rayakan Imlek, Apotek Gamasari 3 Beri Layanan General Check Up Gratis Selama 17 Hari

Dengan menambahnya kasus positif Covid-19 di UM, pihaknya sudah melakukan tracing dan testing kepada beberapa orang yang melakukan kontak erat dengan 30 orang tersebut. Satgas Covid-19 UM memberikan bantuan utama kepada mereka yang terkonfirmasi Covid-19, seperti suplai obat, logistik, dan pemantauan kesehatan secara rutin.

“Caranya ya dengan mengumpulkan mereka yang terpapar, lalu kita lakukan treatment atau pengobatan. Serta upaya-upaya isolasi baik di rumah maupun di isolasi terpusat yang disediakan UM,”lanjutnya.

30 orang yang terpapar Covid-19 menurutnya, hanya mengalami gejala ringan. Bahkan ada yang tanpa gejala atau OTG. Namun, pihak UM telah menyiapkan skema mobilisasi ke rumah sakit rujukan, apabila ada yang merasa gejala berat. Seperti demam dan sesak nafas. Di sisi lain, tim Satgas Covid-19 UM juga memberikan rekomendasi soal sistem perkuliahan setelah adanya kasus Covid-19 ini., yakni menyarankan untuk perkuliahan tidak dilaksanakan secara luring atau tatap muka. Akan tetapi, jika ada beberapa pihak yang ingin melaksanakan perkuliahan secara hybrid masih bisa diperbolehkan. Dengan syarat harus melihat situasi lapangan dan menaati protokol kesehatan lebih ketat lagi.

Baca Juga :  Jalan Belakang RSSA Bakal Jadi Satu Arah

“Sementara masih seperti itu, kebijakan perkuliahan mendatang akan dievaluasi bersama. Bagaimana baiknya serta langkah-langkahnya,” ucapnya.

Menanggpi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan, langkah UM dalam menyediakan tempat isolasi mandiri atau safe house  sangat baik. UM dinilai sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mempunyai kepedulian dalam penanganan kasus positif Covid-19. “Saya pantau, disana sudah ada tenaga-tenaga medisnya. Banyak dokter yang berjaga,” terang Husnul setelah melakukan tinjauan ke Wisma Edelweis yang merupakan tempat isolasi mahasiswa yang terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Wahyudi Aktifkan 33 Rayon PC 1318 GM FKPPI

Selain itu, dari segi sarana dan prasarana, kata Husnul, tempat isolasi mandiri UM sudah cukup bagus. Termasuk juga pemantauan kondisi pasien setiap hari. Upaya tersebut juga merupakan salah satu pengabdian UM dalam membantu Pemerintah Kota Malang (Pemkot) dalam mengatasi Covid-19. Ada sekitar 77 kamar yang ada di safe house UM. Hingga kini, masih terisi sembilan kamar.

“Tim medisnya juga rutin menjalankan pekerjaan. Seperti pemantauan dan pengecekan kondisi pasien,” tandasnya. (mda/aim)

artikel Pilihan