Kiai Hasyim Bercita-cita Mendidik Santri Pintar dan Benar

3
Para santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam rutin melakukan kajian Alquran dan Hadits (NMP-MANSYUR ADNAN SYURURI)

MALANG, NewMalangPos – Sebagai lembaga pendidikan agama Islam yang memadukan ilmu pengetahuan sains dengan ilmu agama, Ponpes Al-Hikam tetap menggunakan metode pembelajaran yang komprehensif.

Seperti pada umumnya pondok pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama, para santri belajar tafsir Alquran dan Hadits dengan pengayaan kitab kitab klasik. Hal itu bahkan telah dilakukan sejak awal dirintisnya Pesantren Al Hikam.

“Awalnya Kiai Hasyim (pendiri Pesantren Al Hikam, red.) membuat musala di kampung Cengger Ayam dalam. Dulu sangat sederhana, sekarang sudah bagus. Kemudian beliau membina musala kecil, namanya mushola At-Taubah,” terang Pengasuh Pesma Al Hikam, KH. Muhammad Nafi’.

Lebih jauh, Gus Nafi’ sapaannya menjelaskan, dengan rujukan kitab kitab klasik, maka sejak awal para santri tersebut mampu menerima ilmu dengan optimal. Terlebih dalam penyampaiannya pun dilakukan secara runtut hingga para santri menerima dengan jelas.

“Seperti pada umumnya mengajar Alquran dan Fiqih. Tafsir mesti rujukannya dengan kitab kitab klasik. Sama dengan biasanya, ngaji bandongan, anak anak bawa kitab, dibacakan lalu diterangkan,” sebut Gus Nafi.

Dengan metode tersebut, diakui Gus Nafi memang membutuhkan waktu yang relatif lama. Tidak instan. Namun demikian, dengan metode tersebut justru dinilai lebih efektif. Selain itu ilmu yang diterima juga tidak bisa disalah tafsirkan ke arah yang negatif.

“Ada dua alasan. Pesantren itu tabarukkan ulama dahulu agar sambung sanad ilmunya dengan ulama yang Mutabarok. Kedua, metode itu ternyata efektif dan secara alamiah disampaikan melalui sistematika yang betul dan dalam waktu yang panjang. Sehingga orangnya mateng bener, bukan mateng dikarbit. Beda kalau dengan indoktrinasi, waktunya singkat, jadi seperti brainwash,” beber Gus Nafi’.