Khofifah: Semua Kades Siapkan e-Commerce UMKM Desanya

MAJUKAN EKONOMI DESA: Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko sebelum membuka Diklat Teknis Kepala Desa se-Jatim di Kota Batu, (16/3) kemarin.(Foto: NMP Muhammad Firman)

Malang, NewMalangPos– Kekuatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dipastikan akan menguasai ekonomi dunia tahun 2030 mendatang. Karena itu seluruh kepala desa (kades) di Jatim diminta terus berinovasi dan memperhatikan kekuatan UMKM di desanya masing-masing.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika membuka Diklat Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Bagi Kepala Desa di Provinsi Jatim Tahun 2021 di salah satu hotel di Batu, Selasa (16/03) pagi.

Sebagai penguat permintaannya kepada seluruh kades di Jatim, Khofifah secara rinci dan detail lantas menceritakan betapa UMKM akan menjadi kerajaan bisnis terbesar di dunia. Bahkan mulai sekarang, secara perlahan dan pasti gambaran itu sudah mulai tampak.

Baca Juga :  Serapan Belanja OPD Semester Pertama 28 Persen

Khofifah kemudian menceritakan paparan emas yang disampaikan Jack Ma. Miliarder asal Cina sekaligus pemilik e-commerce terkenal Ali Baba. Menurut Jack Ma, sambung Khofifah, tahun 2030 nanti 80 persen ekonomi dunia akan dikuasai UMKM.

Hebatnya lagi, 99 persen transaksinya tidak dilakukan secara manual. Tetapi melalui transaksi online. “Ali Baba adalah raksasa e-commerce. Tapi dia tidak butuh kontainer. Tidak butuh gudang. Tidak butuh transprotasi. Tapi bisa menjadi raja perdagangan secara online,’’ rincinya memastikan.

Mantan Menteri Sosial ini menyebutkan, jika perubahan perekonomian dunia tidak disiapkan mulai sekarang maka Jatim akan ketinggalan. Mau tidak mau, sistem perdagangan online harus diikuti oleh semua. Termasuk kekuatan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) di masing-masing desa.

Baca Juga :  Sutiaji: Tidak Ada Mutasi Baru Covid-19

“Saya ajak semua kepala desa yang ada di sini, segera siapkan inovasi teknologi untuk kekuatan UMKM di desanya masing-masing. Segerakan membentuk platform e-commerce untuk menjual kekuatan produk di desa bapak-bapak semuanya,’’ ajak Khofifah.

Disebutkan dia, perekonomian di Jatim tidak saja bertumpuh pada kekuatan industri menengah dan besar. Lebih dari itu, sektor UMKM telah menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Jatim.

Karenanya lanjut Khofifah, pengelolaan UMKM secara modern dan digitalisasi tidak bisa dihindarkan. Sehingga UMKM benar-benar bisa menjawab tantangan persaingan di era digital.

Baca Juga :  TEROKA, Haji

‘’Backbound-nya perekonomian di Jatim itu, ya UMKM. Karena itu, para kepala desa memiliki peran strategis untuk memberdayakan UMKM di desanya masing-masing,’’ rincinya.

Ditambahkan dia, semua kepala desa di Jatim harus punya inovasi untuk pengembangan potensi desa. Terutama dalam menggerakkan ekonomi di desa dengan sistem digital. “Contoh paling mudah, tiap ada kunjungan (wisatawan), minta tolong diunggah di medsos. Ini akan jadi promosi yang luar biasa nanti,” pungkasnya. (has/van)