KHOFIFAH: Kades Punya Nazab Bisa Jadi Menteri

17
PUKUL GONG; Gubernur Khofifah Indar Parawansa membuka resmi diklat teknis para kades di Batu, Selasa siang. (NMP-FIRMAN)

BATU, NewMalangPos – Jabatan kepala desa (kades) tidak bisa dianggap enteng. Sebaliknya, justru karier dan masa depan terbentang luas berawal dari menjadi seorang kades.

Hal di atas diungkapkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat membuka Diklat Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Kepala Desa se Jatim yang diprakarsai BPSDM Jatim di Batu, Selasa siang.

“Karena itu jangan pernah berhenti memotivasi diri untuk terus maju,” tandas Khofifah meyakinkan 180 kades yang ada di depannya.

BERI SEMANGAT: Didepan 180 kepala desa, Gubernur Khofifah memotivasi mereka agar jangan berhenti melakukan inovasi dan terus mengembangkan desanya. (NMP-FIRMAN)

Sebagai rujukan motivasinya, Khofifah mengambil contoh mantan Menteri Dalam Negeri Ryaas Rasyid. “Kebetulan beliau (Ryaas Rasyid) masih ada hubungan keluarga dengan suami saya,” terangnya.

Sebelum menjadi Mendagri, Ryass Rasyid adalah seorang Kepala Desa di desa kecil di Wajo, Sulawesi Selatan, pada tahun 1972. Ryaas Rasyid kemudian menempuh kuliah untuk meningkatkan keilmuannya.

Selepas itu, Ryaas Rasyid menjadi pengajar dan kariernya mulai terus menanjak. Sebelum menjadi Mendagri, Ryaas Rasyid menjabat Dirjen Otonomi Daerah di Kementrian Dalam Negeri.

Dan kini beliaunya merupakan seorang pakar atau arsitek otonomi daerah dan desentralisasi yang sangat disegani.

“Dari cerita tadi, artinya para Kades ini punya nasab untuk menjadi menteri seperti Ryaas Rasyid. Bisa jadi gubernur, bupati dan politikus terkemuka,” kata Gubernur disambut riuh tepuk tangan.

Untuk diketahui, Diklat diikuti oleh 180 kepala desa dari 29 kabupaten dan 1 kota yaitu dari Kota Batu. Kegiatan dibagi menjadi tiga sesi.

Fokus penyelenggaraan kegiatan adalah SDGs, penyusunan pengelolaan anggaran, pengolahan BUMDes dan pengolahan potensi desa.

Turut hadir juga Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Plt Kepala BPSDM Kemendes PDTT Jajang Abdullah dan Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai.(has)