Ketua PCNU Kota Malang, Gus Is Terpilih Lagi

TETAP HANGAT: Ketua PCNU Kota Malang terpilih KH Isroqunnajah (kiri) berangkulan erat dan hangat dengan KH Saifuddin Zuhri. (Foto: M.MANSYUR/ MALANG POSCO MEDIA)

MALANG POSCO MEDIA – Dr KH Isroqunnajah M.Ag kembali terpilih menjadi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang masa khidmat 2022-2027. Ia mendapat suara terbanyak dalam pemungutan suara pemilihan Ketua PCNU Kota Malang, Minggu (6/2) tadi malam. 

Pemilihan ketua tanfidziyah merupakan salah satu agenda Konferensi Cabang ke-15 NU Kota Malang yang digelar di Universitas Widyagama. Gus Is, sapaan akrab KH Isroqunnajah meraih 66 suara, mengalahkan KH Saifuddin Zuhri yang mendapat 50 suara.

“Terima kasih semua, terima kasih para kiai dan kami mohon dukungan karena tanpa panjenengan semua, tidak akan ada artinya seorang saya. Kita semua keluarga besar. Saya tidak akan pernah melihat angka-angka itu. Bagi saya kita semua adalah satu,” kata Gus Is saat memberikan sambutan usai penghitungan suara.

Ia ingin benar-benar mewujudkan penguatan dalam nilai Ahlussunah Wal Jamaah. Tidak hanya itu, namun juga untuk masalah pemberdayaan umat.

“Artinya sisi lain kita memberikan penguatan keaswajaan mulai tingkat PC sampai ranting. Sisi lain kita juga berupaya untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan dan tetap sinergi dengan siapa saja,” tegasnya.

Gus Is mengatakan sebenarnya akan lebih baik bila ada regenerasi. Namun bila hasil konferensi telah memutuskan demikian, ia siap menjalankannya lagi.  “Saya sesungguhnya ‘nderek’ (mengikuti) apa kata peserta. Tapi kita juga punya komitmen yaitu regenerasi,” kata Gus Is kepada awak media.

Baca Juga :  IM3 Ooredoo Hadirkan Collabonation Creative City di Malang

Ia memperkirakan, dirinya dianggap sebagai pihak yang netral untuk tahun-tahun kedepan yang lekat dengan tahun politik. Hal itu dikarenakan dia merupakan ASN yang memang dituntut untuk netral.  “Saya kan ASN, jadi otomatis saya diestimasi netral dan harus netral. Mungkin itu ya yang diminta teman-teman. Apalagi Kota Malang sebagai kota pendidikan mungkin sorotan yang dipercaya melalui akademisi,” ujar Gus Is yang juga  Wakil Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim itu.

Dengan penyampaiannya yang ramah, Gus Is menuturkan bahwa secara prinsip, ia ingin agar kedepan PC NU Kota Malang meningkatkan kerjasama dengan semua pihak. Menurutnya dengan kerjasama yang baik maka akan terwujud sebuah kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya kira seperti yang saya sampaikan di beberapa materi, bahwa sinergitas itu penting. Misalnya untuk penanganan Covid-19, sesungguhnya kami dari otoritas keagamaan tidak bisa lepas dari itu, karena kami real punya massa. Lebih bisa diterima daripada (bahasa-bahasa) pemerintahan. Maka kita akan support yang baik untuk Kota Malang kedepan,” tegasnya.

Sinergi yang dimaksud yakni dengan melibatkan berbagai pihak secara hexahelix. Menurut Gus Is, salah satu yang menjadi perhatian dan harus dilakukan bersama adalah masalah kemiskinan dan isu intoleransi. Terlebih, di Kota Malang, kemiskinan dalam tiga tahun terakhir terus meningkat angka statistiknya. Begitu pula dengan Indeks Kota Toleran yang dirilis oleh Setara Press tahun 2020 yakni berada pada peringkat 68 dari 94 kabupaten/kota yang disurvei.

Baca Juga :  Sanitary Landfill TPA Beroperasi Tahun Depan

“Kami mendorong Pemerintah Kota Malang untuk mengarusutamakan moderasi beragama di instansi-instansi pemerintah, membuat kebijakan pembangunan berkelanjutan (suistainability development), mengurangi sampah plastik, emisi karbon, serta membentuk forum multipihak atau hexahelix sebagai kunci dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian umat. Malang Creative Center (MCC) bisa dioptimalkan dalam mewujudkan hal ini,” tutur alumnus Ponpes Lirboyo Kediri itu.

Atas terpilihnya Gus Is menjadi Ketua PC NU, KH Saifuddin Zuhri berharap setiap problematika yang ada di tengah masyarakat mampu diatasi secara komprehensif. Sehingga NU betul-betul menjadi institusi keagamaan sekaligus kemasyarakatan.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa pengurus yang lahir dari konferensi ini harus mampu sebagai pejuang agama dan negara,” ujar KH Saifuddin yang merupakan pengasuh Ponpes I’anatuth Tholibin Blimbing ini.

Meski dirinya kalah suara, namun  menyambut gembira atas hasil tersebut. Tampak ia merangkul Gus Is dengan erat dan hangat usai penghitungan suara selesai dilakukan.

Selain menentukan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, dalam konferensi tersebut juga menghasilkan keputusan Drs  KH Chamzawi terpilih menjadi Rais Syuriyah PCNU Kota Malang periode 2022-2027. Pada masa khidmat sebelumnya ia juga dipercaya menjadi Rais Syuriyah

Baca Juga :  M Nabiel Hampir Pasti Jabat Ketum KONI Jatim 2022-2026

Chamzawi mengatakan di masa khidmat ini ingin meningkatkan kepahaman seluruh nahdliyin terhadap nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah.  “Saya ingin supaya warga NU, pengurus NU, Aswajanya makin kuat. Oleh karena itu kita perlu didik mereka, memberikan keilmuan kepada mereka apa itu Aswaja. Supaya kalau ditanya orang, terutama kader-kader yang di syuriyah mereka bisa menjelaskan dengan bagus,” terang Chamzawi yang juga Wakil Ketua MUI Kota Malang itu.

Sementara, Wali Kota Malang Drs H Sutiaji yang juga datang pada konferensi tersebut mengatakan NU perlu membangun sinergi dan kolaborasi serta akselerasi. Tema yang diangkat pada konferensi kali ini pun dinilainya luar biasa.

“Tema saat ini luar biasa. Jadi memantapkan kemandirian umat dan NU. Bagaimana mengawal peradaban yang saat ini terus menerus dipertahankan. Saya kira kalau bicara itu, NU bidangnya. Harapan kami kedepan perlu kita terus menerus, bahwa kita perlu idealisme, gagasan di NU itu luar biasa. Bagaimana NU menjaga kelestarian Indonesia ini,” ujarnya.

“Setelah itu perlu ada strategi dan cara yang nanti diinisiasi NU. Terus berbenah menapaki jalan panjang mengawal peradaban masyarakat Indonesia,” sambung dia. (ian/van)

artikel Pilihan