Ketahuan Jadi Beking Bandar, Polisi ini Terima ‘Bonus’ Rp1 Juta Per Bulan

16
new malang pos

NewMalangPos – Miris, tiga personel polisi di Surabaya diduga menerima setoran hibah dari bandar narkoba karena telah menjadi bekingannya. Saat ini, polisi-polisi itu tengah diamankan oleh Pengamanan Internal (Paminal) Mabes Polri.

“Oknum tersebut menjadi beking bandar narkoba,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya, Ajum Komisaris Besar Polisi (AKBP) Memo Ardian, Rabu (10/3).

AKBP Memo Ardian juga menyebutkan bahwa oknum-oknum tersebut bertindak sebagai pelindung aktivitas peredaran narkoba lintas pulau di Jambi dan menerima upah sebesar 500 ribu hingga 1 juta rupiah perbulannya.

Dalam pengungkapan tersebut polisi mengetahui seorang bandar pemesan yang biasa memasok sabu ke beberapa daerah di Jawa Timur bernama Ahmad Taufik (AT). Dari penangkapan AT, polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil meringkus tersangka Ali Usman yang merupakan pemasok narkoba di Surabaya.

Dari tersangka Ali Usman, polisi mengamankan 42 butir ekstasi, dua bungkus sabu seberat 1,61 gram sisa hasil penjualan, serta uang tunai Rp198 juta, satu mobil Honda Brio, satu mobil Outlander, dan kendaraan sepeda motor vespa.

“Semua itu [kendaraan] dibayar cash [oleh tersangka],”terang AKBP Memo Ardian.

Kemudian dari hasil penyelidikan Ali Usman, terungkap ada keterlibatan anggota polisi yang kerap menerima setoran rutin darinya.

“Dari keterangan Ali, ada beberapa yang memang kami tidak bisa menutupi, ada keterlibatan beking oknum petugas,” katanya.

Berdasarkan pengakuan Ali, sejumlah polisi tersebut meminta jatah preman kepadanya rutin, dengan setoran bernilai Rp500 ribu hingga Rp1juta tiap bulannya.

Memo menegaskan, Polrestabes Surabaya berkomitmen akan memproses dugaan ini secara profesional. Menurutnya siapa yang menjadi pelanggan atau backing para tersangka adalah penghianat.

Meski demikian Memo tak mengungkapkan dari satuan mana tiga personel polri yang terlibat menerima setoran tersebut berasal.

“Kami tetap komitmen penjahat atau penghianat berkaitan dengan narkoba harus dihabiskan. Karena narkotika membuat masa depan bangsa kita berantakan,” ucap dia. (frd/ain/cnni/mg3/ggs/nmp)