Kerugian Rp 750 Juta, Kebakaran SPBU Jadi Atensi Polisi

86
LUDES: Kondisi SPBU Buring yang ludes terbakar pada Kamis (18/3) lalu. Kasus kebakaran itu menjadi atensi polisi.( NMP - M. MANSYUR ADNAN SYURURI.)

Kantongi Identitas Sopir Angkot, Segera Datangkan Labfor Polda Jatim

MALANG, NewMalangPos – Satreskrim Polresta Malang Kota turun tangan menyelidiki kasus kebakaran hebat SPBU 54.651.77 di Jalan Mayjend Sungkono, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, pada Kamis (18/3) malam. Bahkan berencana mendatangkan Tim Labfor Polda Jatim.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan, Tim Labfor Polda Jatim diturunkan untuk memastikan penyebab kebakaran. Sekaligus mencari siapa yang bertanggungjawab atas kebakaran tersebut.

“Kasus kebakaran itu menjadi atensi. Kami masih menyelidiki kasusnya. Sudah tiga orang yang kami periksa sebagai saksi. Ketiganya adalah operator mesin di SPBU tersebut,” ungkap Tinton.

Pasca kebakaran itu, Satreskrim Polresta Malang kota langsung menurunkan tim untuk melakukan olah TKP. Beberapa sample bukti dari kebakaran sudah diamankan. Termasuk saat ini masih mencari rekaman CCTV di area SPBU.

“Rekaman CCTV tersebut untuk mengetahui kronologis kejadian kebakaran sebenarnya. Sehingga menjadi pertimbangan penyidik untuk menentukan siapa yang bertanggungjawab,” ujarnya.

Tinton juga menanggapi terkait mobil angkot yang diduga memiliki tangki ganda untuk menimbun BBM. Karena dalam sehari, tiga kali melakukan pengisian BBM dengan jumlah banyak.

“Itu jelas pelanggaran karena tidak sesuai spek kendaraan. Sekaligus juga berbahaya karena kapasitas BBM yang ditampung terlalu berlebihan,” tuturnya, sembari mengaku sudah mengantongi identitas sopir angkot yang kabur saat kejadian.

Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran tersebut cukup besar. Zahroni, putra pemilik SPBU mengatakan bahwa kerugian sementara akibat kejadian itu ditafsir sekitar Rp 750 juta.

Kerugian itu atas kerusakan satu unit pengisian BBM senilai Rp 450 juta serta kerusakan pada elemen lainnya yang ditaksir mencapai Rp 300 juta. “Itu masih hitungan sementara, karena belum dihitung secara detail,” katanya. Kerugian tersebut diakui bisa bertambah, mengingat juga ada dua mobil yang terbakar.

Selain itu selama proses penyelidikan berlangsung, Polresta Malang Kota memasang garis polisi. Tujuannya supaya tidak ada barang yang bergeser dari lokasi kejadian, untuk memudahkan polisi melakukan penyelidikan.

“Nantinya kalau sudah proses penyelidikan, kami akan segera merenovasi. Paling tidak membutuhkan waktu sekitar tiga Minggu, sehingga SPBU bisa beroperasi lagi,” paparnya.

Sekadar diketahui, SPBU 54.651.77 di Jalan Mayjend Sungkono, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang terbakar, Kamis (18/3) malam. Api menghanguskan mesin pengisian BBM. Termasuk dua unit mobil, yakni angkot dan Pikap.

Penyebab kebakaran diduga dari mobil angkot yang baru isi BBM. Mobil terbakar lalu menabrak panel mesin pengisian BBM.(rex/agp)