Keperluan Mendesak! 4 KA Tetap Jalan Saat Larangan Mudik

12
Stasiun Kota Malang. (NMP-M.Mansyur)

MALANG, NewMalangPos – Terdapat 4 kereta api (KA) yang beroperasi di masa larangan mudik (6-17 Mei 2021) dari Kota Malang. Akan tetapi kereta api tersebut digunakan hanya untuk keperluan perjalanan mendesak dan bukan untuk mudik.
4 KA ini yakni terdiri dari 2 KA jarak jauh dan menengah, yakni KA Gajayana relasi Malang-Gambir dan KA Tawang Alun relasi Malang-Ketapang. Dan juga 2 KA Lokal yakni KA Penataran relasi Surabaya Kota-Malang Blitar PP dan KA Tumapel relasi Malang-Surabaya Kota.

Manager Humas Daop 8 Luqman Arif menegaskan hal tersebut, Selasa (4/5). Ia menjelaskan KA yang bisa beroperasi tersebut digunakan hanya untuk perjalanan mendesak dan kepentingan non-mudik.

“Ini sesuai dengan SE Satgas Penanganan Covid-19 No13/ 2021 dan Surat Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor HK.701/1/10/DJKA/2021 pada 30 April 2021,” jelas Luqman.

Ia menerangkan KAI menjalankan Kereta Api Jarak Jauh pada periode tersebut bukan untuk melayani masyarakat yang ingin mudik Lebaran. Dan tetap mematuhi aturan dan kebijakan dari pemerintah bahwa mudik tetap dilarang.

Lebih lanjut ia menjelaskan, masyarakat yang diperbolehkan menggunakan Kereta api adalah pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik yaitu untuk bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, dan kepentingan non mudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Baca Juga: Rekayasa Dokumen Izin Mudik, Siap-Siap Proses Polisi

Kemudian, bagi pegawai instansi pemerintahan/ASN/BUMN/BUMD/prajurit TNI/anggota Polri, syaratnya adalah wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat setingkat Eselon II, serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Lalu untuk pegawai swasta, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan.

Sedangkan bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Baca Juga: Bus Beroperasi Selama Larangan Mudik

“Surat izin perjalanan tertulis bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik berlaku secara individual, untuk 1 kali perjalanan pergi-pulang, serta bersifat wajib bagi pelaku perjalanan yang berusia 17 tahun ke atas,” tutur Luqman.

Selain persyaratan surat izin perjalanan tertulis, para pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik juga tetap diharuskan menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau pemeriksaan GeNose C19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

Petugas akan melakukan verifikasi berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun. Jika ditemukan calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap atau tidak sesuai, maka penumpang tidak diizinkan untuk naik kereta api dan tiket akan dibatalkan.

“Kami menjamin proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dilakukan dengan teliti, cermat, dan tegas. Karena kita mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat tidak mudik,” tegas Luqman.

KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan total 13 KA Jarak Jauh, menengah maupun Lokal untuk melayani pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik. Untuk relasi Malang tercatat 4 KA yakni KA Gajayana, KA Tawan Alun, KA Pentaran dan KA Tumapel. Tiket KA tersebut dijual melalui aplikasi KAI Access, web KAI, aplikasi mitra resmi KAI, dan khusus pembelian tiket di loket stasiun dilayani penjualan langsung 3 jam sebelum keberangkatan.

“Jumlah KA yang kami operasikan memang terbatas, hanya untuk mengakomodir pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak dan kepentingan non mudik. KAI tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan dan hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia,” tegas Luqman.

Ditambahkannya, untuk perjalanan KA Lokal, terdapat 4 KA yang dioperasikan, di mana dilakukan pembatasan jam operasional yaitu keberangkatan dari stasiun awal maksimal pukul 20.00 WIB. (ica/ley)