Kendaraan Berornamen Mesir Kuno Hiasi Parade Pemindahan 22 Mumi Dari Mesir ke Kairo

1
Seorang arkeolog sedang membersihkan kotoran pada tubuh mumi. (AFP/AHMED HASAN)

Jakarta, NewMalangPos – Sebanyak 22 mumi dipindahkan dari Museum klasik di Tharir ke tempat yang baru sejauh 5 kilometer untuk dipamerkan di Musdeum Perdaban Mesir di kairo. Pemindahan tersebut dirancang menjadi parade besar.

Proses pemindahan mumi-mumi firaun dari Museum Rakyat Mesir ke Museum Nasional Peradaban Mesir itu pun terbilang unik, karena digelar dengan cara parade kendaraan hias. Masing-masing firaun dibawa dengan kendaraan hias berornamen Mesir kuno sendiri-sendiri menuju rumah baru mereka.

Dan, berikut adalah daftar 22 Firaun yang dipindahkan dengan ‘Parade Emas’ oleh pemerintah Mesir yang dilansir CNN Indonesia, Minggu (4/4):

Baca Juga: Resmi Memiliki Kopkar NMP

1 – Seqenenre Tao II, yang lebih dikenal sebagai ‘Sang Pemberani’. Dia berkuasa di Mesir selatan sekitar 1600 tahun sebelum hadirnya agama kristen. Dan, dia memimpin sebah perang melwan Hyskos, bangsa semit yang ingin menginvasi Mesir.

2 – Ratu Ahmose-Nefertari, kekuatanya dan putri yang berpengaruh, dia menikah dengan saudaranya Ahmose I yang menjadi monarki pertama dari dinasti ke-18.

3 – Amenhotep I, firaun kedua dari Dinasti ke-18 , dia adalah seorang anak ketika menjadi raja dan berkuasa dengan bantuan ibunya: Ahmose-Nefertari.

4 – Ahmose-Meritamun, adalah putri dari Ahmose-Nefertari’s, dia adalah saudari dan juga istri dari Amenhotep I.

5 – Thutmose I, firaun ketiga dari dinasti ke-18, dia menerima atahta dari Amenhotep I yang meninggal tanpa pewaris. Thutmose membantu memperluas kekuasaan Mesir ke arah selatan.

6 – Thutmose II, putra dari raja sebelumnya, dia menikah dengan saudarinya, Hatshepsut.

7 – Ratu Hatshepsut, dikenal sebagai seorang wanita bangsawan yang paling terkemuka. Dia mengumumkan dirinya sendiri sebagai firaun, meskpun di masa Mesir kuno itu bukanlah hal yang disetujui. Namun, dia berhasil mengembangkan Mesir menjadi salah satu kerajaan paling berkuasa.

8 – Raja Thutmose III selalu diingat sebagai salah satu raja kesatria terbesar dari Kerajaan Baru, perperangannya di Megiddo telah dipertimbangkan pula menjadi salah satu model strategi militer.

9 – Amenhotep II, dikenal sebagai kusir yang sangat baik dan atlet serba bisa serta terampil dengan busur dan anak panah.

Dia mengamankan perbatasan Mesir, dan juga dikenal karena mampu memperluas kuil Karnak di dekat Luxor.

10 – Thutmose IV, putra dari raja sebelumnya.

11 – Amenhotep III yang berkuasa 37 atau 38 tahun. Pemerintahannya dikenal karena kemewahan dan kemegahan monumennya, termasuk Colossi of Memnon – dua patung batu besar di dekat Luxor yang melambangkan dirinya dan istrinya.

12 – Ratu Tiye merupakan istri dari Amenhotep III.

13 – Seti I, putra dari Ramses I, berkuasa selama 21 tahun. Kejaayaan dan kemenangannya dicatat di kuil Amun di Karnak. Makamnya di Lembah Para Raja adalah salah satu makam kerajaan yang diawetkan dengan warna-warna cerah.

14 – Ramses II yang berkuasa 67 tahun. Dia dikenal sebagai seorang pejuang hebat dan pembangun produktif yang memerintahkan pembangunan kuil-kuil di seluruh Mesir, termasuk Abu Simbel yang terkenal dan Ramessseum, kuil kamar mayatnya.

15 – Merenptah, anak dari Ramses II, berkuasa 11 tahun.

16 – Seti II, anak dari Merenptah.

17 – Siptah naik tahta saat dinasti ke-19 saat masih anak-anak, dan ibu tirinya Taworset, istri dari Seti II mendampinginya.

18 – Ramses III, raja dinasti ke-10, dikenal sebagai firaun kesatria terbesar di era kerajaan Baru.

19 – Ramses IV , melanjutkan kekuasaan ayahnya, Ramses III. Berkuasa enam atau tujuh tahun.

20 – Ramses V, berkuasa hanya sekitar empat tahun dan meninggal tanpa pewaris tahta.

21 – Ramses VI, salah satu anak dari Ramses III, berkuasa delapan tahun.

22 – Ramses IX, raja kedelapan dari Dinasti 20, berkuasa selama 18 tahun.

(AFP/kid/cnni/mg2/ggs/nmp)