Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Untuk Kebutuhan Lebaran Masih Aman

new malang pos
Pengusaha menyebut peternakan sapi di Indonesia masih banyak yang bersifat social security atau hanya akan menjual dan memotong sapi ketika dibutuhkan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).

Jakarta, NewMalangPos – Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) dapat memastikan pasokan daging sapi untuk kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1442 H aman. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri setelah melakukan kunjungan ke Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak, Bogor.

“Saat ini BKP terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan di antaranya dengan melakukan kunjungan langsung pada beberapa RPH dan Distributor di wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya untuk melihat stok daging sapi yang ada saat ini,” ujar Risfaheri dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (8/5).
Melihat hal itu, ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir soal stok daging sapi meski permintaan tengah meningkat.

Selain itu, juga dilakukan pemantauan kondisi ketersediaan daging sapi ke RPH yang berada di wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya seperti RPH di Jakarta, RPH Bogor, RPH Cibinong, RPH Jati Mulya-Bekasi, RPH Harapan Baru – Bekasi, RPH Bayur – Karawaci, UPT RPH Ciputat- Tangerang Selatan, RPH Ruminansia Ciroyom- Kota Bandung, dan UPT RPH Bandung Barat.

Baca Juga :  Akali Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei, Korlantas Polri Mempersilahkan

Ia mengungkapkan untuk harga daging sapi (karkas) di tingkat RPH bervariasi mulai dari Rp96.000 per kg sampai Rp103.000 per kg untuk sapi lokal, dan Rp100.000 per kg hingga Rp104.000 per kg untuk sapi impor.
Terjadinya variasi harga ini tergantung dari kondisi dan kualitas sapi itu sendiri, serta biaya jasa pemotongan yang juga berbeda di setiap RPH.

Harga daging sapi memang diramalkan akan terus menanjak seiring naiknya permintaan dari masyarakat. Namun, kenaikan tersebut masih dalam batas yang wajar.

Untuk di RPH Bayur-Karawaci misalnya, pada hari biasa rerata jumlah sapi yang dipotong per hari sebanyak 35 ekor namun mendekati lebaran diprediksi akan terjadi peningkatan sebesar tujuh hingga delapan kali lipat atau sekitar 250 ekor sapi akan dipotong untuk memenuhi permintaan konsumen.

Baca Juga :  Mantan KSAD Wismoyo Arismunandar Meninggal Dunia

“Terjadinya kenaikan harga daging menjelang Idul Fitri, menurut pedagang daging karena harga daging sapi hidupnya yang sudah mahal. Namun menurut pengakuan pengelola RPH dari segi ketersediaan sapinya cukup, hanya memang harga sapi hidup sudah naik, sehingga harga daging di pasar eceren juga mengalami kenaikan,” ujarnya.

Demi menjaga kestabilan harga, Kementan menggencarkan gelar pangan murah daging sapi beku.
“Kami siapkan daging sapi beku dalam jumlah yang cukup di Pasar Mitra Tani yang tersebar di Jabotabek. Bahkan dapat dipesan secara online dengan free ongkir,” ujarnya.

Sementara itu, pada tingkat distributor, daging sapi yang terdapat pada cold storage merupakan daging sapi beku impor yang berasal dari berbagai negara di antaranya Australia, New Zealand, India dan Amerika. Salah satu distributor yang dikunjungi tim adalah PT Suri Nusantara Jaya, yang berlokasi di Jl. Raya Kranggan, Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi.

Baca Juga :  Lebih dari 100 Rumah di Kudus Kebanjiran

“Daging sapi yang dimiliki saat ini sekitar 1.290 ton, dan daging kerbau 491 ton, dengan jangkauan pemasaran ke seluruh Indonesia, kami siap mendukung terpenuhinya kebutuhan masyarakat,” kata staf bagian impor PT Suri Nusantara Jaya Sulaeman.

Sebagai informasi, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat, per 7 Mei, rata-rata harga daging sapi kualitas 1 di pasar tradisional naik 0,43 persen menjadi Rp128 ribu per Kg. Kenaikan juga terjadi pada harga daging kualitas 2 sebesar 0,55 persen menjadi Rp118.150 per Kg. (Antara/sfr/cnni/mg1/ggs/nmp)