Kembalikan Kejayaan Wisata Wendit

9
new malang pos
Wakil Bupati Malang Drs. H Didik Gatot Subroto bersama pengelola Taman Wisata Wendit dan Camat Pakis Agus Harianto menyusuri aliran sungai.

Tiga Organisasi Perangkat Daerah Harus Berkolaborasi

MALANG, NewMalangPos – Hadir dalam kegiatan resik-resik Kali Wendit, Minggu (21/3) kemarin, Wakil Bupati Malang Drs. H Didik Gatot Subroto mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga kelestarian alam. Dia mengatakan, menjaga lingkungan tetap asri dan lestari bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi tanggungjawab bersama.

“Karena jika berbicara lingkungan, maka semuanya berperan. Tidak terkecuali masyarakat,’’ ungkap Didik.

Dia menyebutkan, peran masyarakat salah satunya dengan tetap menjaga lingkungan tetap bersih. Aliran sungai harus dijaga kebersihannya dengan tidak membuang sampah di sungai.

“Ini yang harus ditekankan supaya sungai tetap bersih, masyarakat tidak boleh lagi membuang sampah di sungai,’’ ungkapnya. Didik menyebutkan, di Taman Wisata Wendit memiliki sumber mata air yang sangat besar, yang menjadi daya tarik wisatawan datang ke tempat tersebut. Namun kondisi Taman Wisata Wendit saat ini jauh berbeda dengan dulu. Dia tidak menjelaskan secara rinci perbedaannya. Tapi yang jelas, untuk mengembalikan Taman Wisata Wendit sama seperti dulu, perlu melakukan penataan ulang.

Itupun tidak bisa hanya mengandalkan satu dinas saja, tetapi harus ada kolaborasi. Diantaranya Dinas PU Sumber Daya Air, Dinas Pariwisata maupun  Dinas Lingkungan Hidup. Tiga dinas ini harus saling berkolaborasi untuk membuat Taman Wisata Wendit kembali seperti dulu kala.

“Tapi untuk melakukan penataan ulang memang dibutuhkan waktu, tidak bisa langsung. Masing-masing-masing OPD harus memiliki plane atau program agar tempat ini kembali seperti aslinya,’’ ungkap Didik.

Tidak hanya yang ada dalam kawasan, perhatian juga harus diberikan di sumber mata air yang ada di luar kawasan Taman Wisata. Menurut Didik sumber mata air di aliran Sungai Wendit juga sangat besar yang itu harus dijaga. Salah satunya dengan menanam pohon di kawasan sumber mata air.

“Harus ada perawatan, salah satunya menanam pohon yang sifatnya dapat menyerap air. Penanaman pohon ini dilakukan supaya kondisi mata air yang besar tetap bertahan sampai dengan 10 – 25 tahun ke depan,’’ tambahnya.

Didik tidak memungkiri, untuk mengembalikan kondisi aliran sungai itu bukan hal yang mudah. Namun semua itu dapat terwujud jika ada dukungan seluruh masyarakat.

Sementara itu kegiatan resik-resik Kali Wendit, merupakan kegiatan yang digagas sejumlah komunitas pecinta alam di Malang Raya dan masyararakat sekitar kali Wendit. Peserta melakukan kegiatan mulai dari bersih-bersih sampah, pengerukan sedimentasi sungai hingga penataan lokasi sekitar sungai untuk dijadikan venue tempat wisata desa.

Kegiatan ini mengusung tema ‘Selamatkan Mata Air Tanpa Air Mata, Setetes Air Bernilai Lebih Dari Sekarung Emas Bagi Orang Yang Halus’.(ira/agp)