Kelola Pendidikan Pesantren, Unesa Ingin Kombinasikan Pengetahuan Umum dan Agama

3
Foto: MPR/Detik News

Surabaya, NewMalangPos – Nota kesepahaman (MoU) antara Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Sunanul Muhtadin SMP Al Maajid, Sidayu, Gresik dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Kampus Unesa, Lidah Wetan, Surabaya telah ditandatangani.
Setelah MoU ini, pola pendidikan yang diterapkan di Ponpes Modern Sunanul Muhtadin resmi berada di bawah binaan Unesa.

Melansir dari Detik News, Kamis (8/4), Rektor Unesa Nurhasan mengatakan melalui MoU tersebut, Unesa akan mendampingi secara penuh kemajuan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana, termasuk proses pembelajaran dan kurikulum di Ponpes Modern Sunanul Muhtadin.

“Dengan begitu pesantren ini menjadi pesantren modern yang nantinya akan melayani dengan baik masyarakat di wilayahnya maupun Indonesia. Bahkan kita berpikir Unesa akan membantu siswanya dari luar negeri, kita siapkan betul,” katanya dalam keterangannya, Kamis (8/4).

Menurut Nurhasan, dengan adanya MoU maka rencana menjadikan Ponpes Sunanul Muhtadin sebagai pesantren modern berkarakter dengan mengkombinasikan kemampuan pendidikan umum dan agama dapat lebih konkret. Nurhasan mengatakan selama ini Unesa telah melakukan kerja sama serupa dengan sejumlah sekolah berkualitas di berbagai daerah, salah satunya Al Hikmah Surabaya.

“Bentuk pendampingan tidak hanya kita datang, tapi selalu mengikuti perkembangan, dan SDM selalu kita beri informasi mengenai perubahan-perubahan dan kebaruan tentang pendidikan,” katanya.

Baca Juga: Reklame Surya Pro Permalukan Pemkot

Sementara itu, Penasehat Ponpes Modern Sunanul Muhtadin SMP Al Maajid yang juga Wakil Ketua MPR Dr Jazilul Fawaid mengaku bersyukur bisa menjalin kerja sama dengan Unesa sebagai kampus yang menjadi salah satu barometer pusat pendidikan di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

“Kita membutuhkan lembaga pendidikan yang di situ mengombinasikan secara utuh antara dasar-dasar agama dengan kemampuan modern. Tentu Unesa sebagai ‘pabriknya’ guru, tenaga pendidik, saya yakin nanti pesantren ini akan memiliki energi yang kuat untuk melahirkan para lulusan yang memiliki karakter Indonesia yang utuh, kekuatan agama yang utuh, kekuatan cinta Tanah Air yang utuh,” katanya.

Dikatakan Jazilul pola pendidikan di Ponpes Sunanul Muhtadin akan difokuskan pada pendalaman Alquran, bahasa internasional khususnya Arab dan Inggris, serta mampu menerapkan hidup dengan lingkungan sosial.

“Jadi pesantren yang lulusannya memiliki kepekaan sosial, kemampuan bergaul dengan dunia sosial yang baik. Tentu bimbingan Unesa ini menurut saya nanti akan memberikanchecklist, siswa ini kemampuan dan bakatnya di mana, nanti diarahkan. Jadi nantinya siswa memiliki komitmen pada penguasaan dasar-dasar kitab kuning seperti yang diajarkan di pesantren,” tutur Ketua Ikatan Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta ini.

Jazilul mengatakan, santri Ponpes Sunanul Muhtadin akan menjalani pendidikan dengan sistemboarding schoolsecara penuh layaknya di pesantren pada umumnya, namun memiliki kemampuan pengetahuan umum yang memadai di bawah binaan langsung Unesa.

“Ini pendaftaran sudah dimulai Gelombang II. Orangtua yang ingin mendaftarkan anaknya bisa datang langsung ke lokasi, nanti akan diberikan pemahaman yang utuh. Jadi nanti orang tua bisa ikut juga memantau perkembangan anaknya di pesantren setiap saat melalui aplikasi teknologi,” katanya.

Dikatakan Jazilul, hal terpenting yang ditekankan bagi santri Ponpes Sunanul Muhtadin yakni bagaimana mereka memiliki karakter, etika, kemampuan bahasa, logika dan ilmu pengetahuan yang kuat.

“Bagaimana mencetak lulusan yang punya karakter kuat, itu yang kita akan gali bersama Unesa,” tuturnya. (mul/mpr/dtk/mg3/ley/nmp)