Kawasan Stadion Kanjuruhan Mulai Dipadati PKL

Kondisi Stadion Kanjuruhan akhir pekan dipadati PKL, Minggu (26/9).(NMP-M.Prasetyo Lanang)

MALANG, NewMalangPos – Area Stadion Kanjuruhan mulai kembali dipadati pengunjung dan pedagang kaki lima (PKL) saat akhir pekan. Hal tersebut mulai terjadi saat PPKM turun level 2. Dinas Pemuda dan Olahraga berencana memberi dispensasi waktu pembayaran bagi pedagang kios yang terdampak PPKM.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, Nazzaruddin Hasan. Ia menyebut sejumlah pelaku usaha dan PKL telah aktif kembali meski diakui masih cenderung sepi pengunjung di masa awal penurunan level PPKM.

Baca Juga :  Tenaga Kesehatan Bertumbangan

“Kalau level dua sekarang akses PKL dan usaha lain bisa beroperasi di dalam, utamanya ramai saat akhir pekan, tapi memang masyarakat yang berolahraga maupun agenda lain masih sepi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (27/9).

Dikatakannya untuk kios yang berada di dalam stadion diperbolehkan buka sejak PPKM level 3. Sedangkan untuk PKL sudah diberikan izin aktivitas di dalam stadion namun karena kunjungan masyarakat masih cenderung sepi pedagang memilih di area luar stadion.

“Itu juga karena ada retribusi jadi masih proses kembali normal, sejauh ini masih memilih di luar walaupun sudah diperbolehkan,” tuturnya.

Baca Juga :  20 Rumah Kawasan Karya Barat dan Karya Timur Terendam Banjir, Warga Mengungsi

Ia menambahkan, untuk penyewaan fasilitas umum di area stadion dikenai syarat wajib vaksin. Disinggung soal dispensasi pembayaran sewa kios pelaku usaha di stadion, ia mengatakan tidak bisa memberi keringanan harga. Namun ia mengatakan pihak Pemkab akan memberikan dispensasi waktu pembayaran.

“Kalau kios tidak ada kompensasi, tapi kalau mengajukan penundaan bayar sewa bisa kita berikan,” imbuh Nazar.

Ia merinci, pelaku usaha kios di stadion keseluruhan berjumlah 50 kios. Dengan besaran sewa kios beragam sesuai dengan ukuran dan lokasi kios.

Baca Juga :  Izin Safe House Kawi Segera Berakhir, Pemkot Malang Ajukan Perpanjangan Izin

“Kalau di dalam mereka (PKL) bayar retribusi tarifnya untuk sewa kios ada yang setahun Rp 3,5 dan Rp 5 juta, sampai saat ini belum ada yang meminta keringanan,” tutupnya.(tyo/jon/nmp)

artikel Pilihan