Kasus Tunggakan Jasa Yasa, Janji Gaji Dibayar Bertahap

NEW MALANG POS – Tidak adanya sinyal bantuan dari Pemkab Malang tak bikin PD Jasa Yasa putus asa. Untuk mengatasi polemik tunggakan gaji karyawan, perusahaan milik Pemkab Malang itu siap menyelesaikan sendiri. Bahkan PD Jasa Yasa yakin polemik ini tidak sampai berlarut-larut lantaran segera terselesaikan.

“Kami yakin bisa sebelum akhir tahun semuanya sudah selesai. Seluruh gaji karyawan, akan terbayarkan dan tidak ada tunggakan gajin,’’ kata Direktur Administrasi PD Jasa Yasa, Husnul Hakim. Husnul mengatakan yakin membayarkan tunggakan gaji karyawan itu meskipun tidak ada penyertaan modal dari Pemkab Malang.

Husnul tidak menyebutkan detail cara pihak PD Jasa Yasa mengatasi tunggakan gaji yang besarnya mencapai Rp 840 juta tersebut. Namun dia memastikan penyelesaiannya dilakukan secara bertahap.

Baca Juga :  Dijebol Mantan, Arema FC Tertinggal 0-1 dari Tira Persikabo

“Tanggal 1 November nanti Insya Allah tempat wisata sudah dibuka. Termasuk di Kabupaten Malang, karena capaian vaksinasi Insya Allah sudah melebihi target. Ini yang menjadi harapan kami. Dengan tempat wisata dibuka, maka akan ada uang yang masuk di perusahaan. Uang yang masuk itulah yang digunakan untuk membayar tunggakan gaji para karyawan,’’ tambahnya.

Husnul kembali menegaskan jika persoalan tunggakan gaji para karyawan ini disebabkan adanya penutupan tempat wisata akibat penerapan PPKM. Akibatnya kehilangan pendapatan.

Namun demikian, Husnul tidak menampik ada permasalahan di perusahaan yang dikelolanya itu. “Kalau masalah gaji itu kan jelas ya. Dimana kami membayar gaji dari uang yang masuk. Uang yang masuk kami dapatkan dari pendapatan tiket dan lainnya. Jadi sebetulnya tidak perlu merembet kemana-mana,’’ urainya.

Baca Juga :  Wouwww!!! TPA Talangagung Masuk 15 Finalis KIPP Kemenpan-RB

Kalaupun ada permasalahan di perusahaannya, Husnul yang dilantik sebagai Direktur Administrasi sejak 18 Oktober 2019 ini pun mengatakan secara perlahan juga akan dapat diselesaikan.

“Seperti yang saya katakan tadi, untuk menyelesaikan masalah itu tidak bisa langsung. Apalagi saya di PD Jasa Yasa baru dua tahun, itupun kemudian ada pandemi. Yang jelas saya yakin semuanya dapat diselesaikan. Terutama masalah tunggakan gaji ini,’’ ungkapnya.

Disinggung adanya wacana Pemkab Malang bekerjasama dengan pihak swasta mengelola PD Jasa Yasa, Husnul tidak mau berandai-andai. Dia hanya mengatakan sebagai perusahaan plat merah, pihaknya tunduk pada kebijakan pemerintah daerah. Sekalipun secara manajemen, PD Jasa Yasa memiliki kebijakan sendiri.

Baca Juga :  Pelototi PNS Main Politik Hingga Desa

Seperti diberitakan sebelumnya, tutupnya tempat wisata akibat PPKM yang tidak kunjung berakhir membawa dampak kepada banyak pihak. Terutama para pengelola tempat tempat wisata. Bukan hanya tidak bisa mendapatkan keuntungan dari usaha yang dikelolanya.

Pengelola tempat wisata juga harus menunggak gaji karyawan. Salah satunya PD Jasa Yasa Kabupaten Malang menunggak gaji karyawan sejumlah Rp 840 juta untuk empat bulan gaji.

Sebelumnya PD Jasa Yasa berniat konsultasi dengan Pemkab Malang. Namun Wakil Bupati Malang Drs Didik Gatot Subroto memberi sinyal Pemkab Malang tak bisa membantu lantaran PD Jasa Yasa harus menyelesaikan masalahnya sendiri. (ira/van)

artikel Pilihan