Kasus Positif Meningkat, Gresik Kini Berstatus PPKM Level 2

ilustrasi virus corona covid-19 copyright by diy13 (Shutterstock/liputan6.com)

Malang Posco Media – Pemerintah Kabupaten Gresik laporkan kasus meninggal dunia pertama pada gelombang ketiga Covid-19. Pasien meninggal itu berstatus positif Covid-19, tetapi belum dipastikan terkena varian Omicron karena belum sempat dilakukan tes whole genome sequencing (WGS).

“Kasus meninggal itu merupakan kasus meninggal pertama pada gelombang kali ini,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik, Mukhibatul Khusna di Gresik, Senin (14/2).

Mukhibatul mengatakan, pasien bersangkutan memiliki komorbid, namun belum bisa dikatakan terjangkit varian Omicron.

“Memang Omicron memiliki penularan yang cepat, namun di sisi lain juga memiliki tingkat kesembuhan yang cepat,” katanya, dikutip dari Liputan6.com, Selasa (15/2).

Baca Juga :  Penganut Islam Aboge Baru Memulai Idul Fitri Hari Ini

Ia meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan benar, sebab varian apapun bisa dicegah atau dikurangi risikonya dengan patuh terhadap prokes. Sementara itu, dalam sepekan terakhir kasus Covid-19 di Gresik bertambah tinggi.

“Tambahannya memang banyak karena mudah menular, tapi angka kesembuhan juga tinggi karena mudah sembuh. Tapi perlu diwaspadai dengan jangan abai prokes,” katanya.

Dengan tambahan yang terus meningkat dalam sepekan ini membuat Kabupaten Gresik mengalami kenaikan satu level menjadi level 2 setelah per 8 Februari 2022 terdapat penambahan sebanyak 151 kasus Covid-19.

Baca Juga :  HyunA Pamerkan Cincin Usai Resmi Dilamar DAWN

Sebelumnya, Gresik berstatus PPKM Level 1 sejak September 2021 dan sesuai dengan Imendagri tanggal 7 Februari 2022 menyusul dengan peningkatan kasus aktif Covid-19 naik menjadi level 2. Kini Gresik menduduki empat besar seluruh Jawa Timur dengan jumlah kasus aktif 1.560 setelah bertambah 269 kasus pada Senin (14/2).

(liputan6/mg1/jon)

artikel Pilihan