Kapolres Yakinkan Korban Bunuh Diri

4
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar

MALANG – Kematian Siti Chotimah, warga asal Jalan Peltu Sujono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, dianggap keluarga tidak wajar.

Wanita berusia 41 tahun tersebut, meninggal dunia bukan karena bunuh diri dengan melompat ke Sungai Brantas dari jembatan Dam Blobo, perbatasan Desa Ketapang, Kepanjen dengan Desa Sukonolo, Bululawang, tetapi karena penyebab lain.

Bahkan sempat tersirat kabar, bahwa Senin (5/4) lalu keluarga mendatangi Polres Malang untuk minta bongkar makam. Jenazah Siti Chotimah supaya dilakukan otopsi. Namun Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, mengatakan tidak ada permohonan resmi bongkar makam.
“Informasi itu memang sempat ada. Ketapi kalau permohonan resmi pengajuan secara tertulis belum ada,” katanya .

Hendri juga menjelaskan bahwa luka pada tangan korban, karena benturan tumpul seperti batu sewaktu korban hanyut terbawa arus. Hal itu juga diperkuat dengan hasil ootopsi luar. “Dimana hasilnya tidak ada tanda kekerasan,” ujarnya.

Baca Juga : Diduga Ada Kejanggalan, Keluarga Ajukan Bongkar Makam

Perwira dengan pangkat dua melati ini menambahkan, bahwa kematian korban kemungkinan besar karena Bunuh diri. Hal itu berdasrkan sepasang sandal milik korban yang ditemukan di atas jembatan. Termasuk surat wasiat yang ditulis tangan oleh korban Siti Chotimah.

Sekadar diketahui, dua pekan usai melahirkan bayi kembar, Siti Chotimah, 41, malah mengakhiri hidup dengan jalan pintas. Kamis (18/3) malam diduga nekat bunuh diri melompat ke Sungai Brantas dari jembatan Dam Blobo, perbatasan Desa Ketapang, Kepanjen dengan Desa Sukonolo, Bululawang.

Jenazahnya ditemukan di trasrack intake gate areal, bendungan PJT / PJB Sengguruh, Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (20/3) pagi. Saat ditemukan kondisinya telanjang bulat. Tanpa sehelai benang menempel di tubuhnya.

Usai ditemukan, jenazah langsung dievakuasi. Lalu dilakukan identifikasi awal oleh petugas Polsek Kepanjen dan medis Puskesmas Kepanjen. Baru kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.
Siti Chotimah merupakan warga asli Jalan Peltu Sujono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun. Alamat tersebut sesuai yang tertera dalam KTP miliknya. Kemudian menikah dengan Rudi Sudarwanto, 45, warga Dusun Blobo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen.

Korban dinikahi secara siri, karena status Rudi juga masih suami orang. Tetapi sudah pisah ranjang, lantaran tidak bisa memiliki keturunan dengan istri pertama. Setelah menikah itu, korban tinggal di rumah Rudi. Selama ini sama sekali tidak ada masalah. Hubungan rumah tangganya juga baik-baik saja. Bahkan sampai korban melahirkan bayi kembar sekitar 12 hari lalu.(agp)