Kampung Siaga Bencana di Banyuwangi Diresmikan Sugirah

Wabup Sugirah di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)

Banyuwangi, NewMalangPos – Kampung Siaga Bencana (KSB) ‘Purwo Buwono’ Berbasis Kawasan di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo diresmikan pembentukannya oleh Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah. Dalam kesempatan itu, dikukuhkan pula kader siaga bencana yang terdiri 90 warga Kecamatan Tegaldlimo.

Pengukuhan yang digelar, Rabu (17/3) tersebut dihadiri oleh Ian Kusmadiana, Kepala Sub Direktorat Kesiapsiagaan dan Mitigasi, Kementerian Sosial RI beserta jajaran.

Ian mengatakan KSB ini dibentuk di sejumlah daerah yang rawan terjadi bencana alam. Kawasan Kecamatan Tegaldlimo memiliki potensi bencana seperti banjir, gempa bumi, dan tsunami.

“Maka dari itu, terbentuknya KSB ini dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan mitigasi bencana dan mengurangi risiko bencana di sejumlah kawasan yang dinilai rawan,” jelas Ian, Kamis (18/3) seperti dikutip dari Detikcom.

Baca Juga :  Masuk Lubang Drainase, Ular Sanca di Blitar ini Buat Petugas Damkar Kewalahan

Desa Kedungasri ini merupakan KSB yang ke 773 di Indonesia.

Ditambahkan Ian, salah satu faktor penting dalam KSB adanya kader yang bertugas menjadi penggiat sebelum terjadi, saat terjadi dan setelah terjadi bencana.

“Keahlian yang harus dimiliki kader bermacam-macam. Setelah tiga hari bersama teman-teman, para kader tersebut telah kami berikan penyuluhan tentang bencana dan beragam pelatihan terkait kebencanaan,” kata Ian.

Kader KSB ini terdiri dari 90 warga di Kecamatan Tegaldlimo yang dilatih oleh praktisi Kementerian Sosial, Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Banyuwangi, serta tim pengarah dari Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Kebupaten Banyuwangi.

Dalam acara tersebut juga digelar gladi lapang tanggap bencana gempa bumi dan tsunami. Seperti mendirikan tenda dengan cepat, pendataan korban, evakuasi korban, dan pemenuhan logistik.

Baca Juga :  Pelaku Tabrak Lari Tukang Becak Hingga Tewas, Diciduk Polres Kediri

Sementara itu, Wabup Sugirah menilai Kampung Siaga Bencana ini sangat bermanfaat dan tepat dibentuk di kawasan rawan bencana alam. Mengingat KSB ini melatih tindakan preventif atau pencegahan oleh seluruh elemen, khususnya keterlibatan masyarakat dalam rangka menyelesaikan persoalan kebencanaan.

“Lewat KSB ini, kami berharap bisa meminimalisir dampak bila terjadi bencana di desa yang bersangkutan karena warga sudah terlatih. U tuk itu, warga harus terus dilatih dan diberikan edukasi bagaimana menyikapi potensi bencana dan mitigasinya,” kata Sugirah.

Sugirah juga menyebut pentingnya melakukan penanganan preventif lewat aksi peduli lingkungan. Salah satunya adalah menjaga kawasan hutan di daerah hulu seperti daerah Licin, Songgon, dan Kawah Ijen untuk mencegah bahaya banjir dan longsor.

Baca Juga :  Warning Surabaya Utara! Sungai Tambak Wedi di Surabaya Dapat Memicu Kanker

“Daerah hulu ini perlu kita amankan, agar daerah hilir seperti Tegaldlimo tidak mengalami banjir,” ungkap Sugirah.

Dalam kesempatan itu, juga diserahkan bantuan berupa sarana dan prasarana untuk mendukung evakuasi kebencanaan dan mengurangi risiko bencana kepada KSB Purwo Buwono dari Kementerian Sosial. Serta 50 paket bantuan dari Gubernur Jawa Timur yang diserahkan secara simbolis untuk ex-korban banjir di Kecamatan Tegaldlimo beberapa waktu lalu.

“Semoga KSB yang telah terbentuk ini bisa menginisiasi desa-desa lain di seluruh Kabupaten Banyuwangi untuk tergabung dalam KSB,” pungkasnya.

 (fat/dtk/mg1/ley/nmp)