Kamis Hilang, Sabtu Ditemukan di Sungai Metro

30
PENASARAN: Warga yang penasaran dengan penemuan mayat melihat proses evakuasi korban dari atas tempat wisata Taman Puspa.( NMP-M PRASETYO LANANG.)

MALANG, NewMalangPos – Sesosok mayat laki-laki ditemukan di Sungai Metro Kepanjen, Sabtu (20/3) siang. Tepatnya di bawah wisata Taman Puspa, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen. Mayat itu dalam kondisi terlentang tersangkut di atas batu.

Agustin Putri Rahayu, pemilik warung di Taman Puspa Kepanjen mengatakan, bahwa korban kali pertama ditemukan oleh pengunjung. Sekitar pukul 13.00, saksi pengunjung satu keluarga yang sedang berwisata sedang swafoto.

Ketika melihat ke arah Sungai Metro, mereka melihat sosok mayat manusia. Kemudian mereka memberitahu warga sekitar. Selanjutnya diteruskan dengan menghubungi perangkat desa serta Polsek Kepanjen.

“Pengunjung yang pertama mengetahui. Mereka naik ke atas lalu memberitahu kalau ada mayat manusia di sungai,” ucap Agustin Putri Rahayu.

Polisi dibantu SAR Kabupaten Malang yang mendapat laporan langsung meluncur ke lokasi. Selain mendata saksi, juga melakukan evakuasi jenazah korban untuk dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Kanitreskrim Polsek Kepanjen Ipda Transtoto, mengatakan bahwa jenazah korban sebelumnya sempat dinyatakan Mr X. Namun setelah diselidiki serta berdasarkan keterangan saksi, diketahui bahwa korban bernama Candra Ari Wibowo, 22, warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit.

“Jenazah korban sudah dibawa pulang pihak keluarganya. Mereka menerima kematiannya sebagai musibah,” ujarnya.

Sebelumnya pada Kamis (18/3) malam pukul 22.00, korban bersama dengan saksi Sugeng, Kevin dan Panudji, berkunjung ke rumah Ferdian Azhari, di Perum PNS Jalibar, Desa Ngadilangkung, Kepanjen.

Kemudian ketika para saksi pergi keluar rumah untuk mencari kopi, korban sudah tidak ada. Namun kaca jendela rumah Ferdian pecah dan kacanya berantakan di lantai.

Kemudian dilakukan pencarian, hanya ditemukan jaket serta kaos milik korban di tepi Sungai Metro. Tetapi keberadaan korban tidak ditemukan. Baru Sabtu siang jenazah korban ditemukan tersangkut di atas bebatuan.

“Berdasarkan keterangan saksi teman dan keluarga, bahwa korban diketahui mengalami depresi atau gangguan saraf selama dua bulan terakhir,” paparnya.(tyo/agp)