Kabupaten Malang Buka Pembelajaran Tatap Muka, Ini Syaratnya

89
Dr Rahmat Hardijono. (Ira Ravika/NMP)

MALANG, NewMalangPos–  Pemerintah Kabupaten Malang mulai bersiap untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Namun sebelum pembelajaran tatap muka dilaksanakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama adalah sekolah wajib melakukan uji coba untuk pembelajaran tatap muka.

Hal ini disampaikan oleh kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dr Rahmat Hardijono, Rahmat mengatakan untuk uji coba pun tetap harus mematuhi aruran atau persyaratan yang berlaku.

“Uji coba bisa dilakukan. Tapi sekolah tersebut harus audah melengkapi beragam fasilitas yang dibutuhkan untuk  Pembelajaran Tatap Muka. Terutama terkait protokol kesehatan,” katanya.

Salah satu fasilitas tersebut adalah daftar periksa. Dimana masing-masing sekolah wajib menyediakan sarana sanitadi dan kebersihan dari keberadaan toilet yang memadai, sarana tempat cuci tangan.

“Sekolah juga wajib menyediakan disinfektan, menyediakan alat thermogun untuk mengukur suhu siswa,” katanya.

Tidak kalah penting, kata Rahmat sekolah wajib melakukan pendataan siswa maupun tenaga pendidik maupun siswa.

“Termasuk pemetaan ya. Seperti berapa di sekolah tersebut baik tenaga pendidik maupun siswa yang memiliki komorbit. Pemetaan perjalanan dari wilayah dengan tingkat penyebaran Covid-19,tinggiAtau ada yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” tambahnya.

Selain itu, kata Rahmat juga mengatakan, untuk sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka wajib mendapatkan izin dari Satgas Covid-19.  Dan tidak kalah penting, pihak sekolah juga wajib membuat surat ke Komite Sekolah.

Akan tetapi, tambah Rachmat, selain berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, sebelum melangsungkan PTM pihak sekolah juga diminta untuk mengajukan perizinan ke komite sekolah hingga perwakilan wali murid, agar selalu mengawasi peserta didiknya agar senantiasa menerapkan prokes sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Daftar periksa terakhir untuk uji coba PTM adalah mendapatkan persetujuan dari komite sekolah atau perwakilan orang tua atau wali murid. Guru harus mengawasi dan terus mengingatkan kepada siswanya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan prilaku hidup bersih,” pungkasnya.

Terkait dengan rencana uji coba pembelajaran tatap muka sendiri, Dinas Pendidikan telah mengusulkan data tenaga pendidikan untuk mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi mulai dilakukan sejak dua pekan lalu dan terus berjalan sampai dengan saat ini.(ira)