Kabupaten Malang 8 Sudah Zona Hijau, 25 Masih Zona Kuning

40
new malang pos
Dr Ir wahyu Hidayat MM.

Maping Penyebaran Kasus Covid-19 di 33 Kecamatan

NewMalangPos, MALANG-Delapan kecamatan di Kabupaten Malang dinyatakan sebagai zona hijau. Yakni Ampelgading, Jabung, Kasembon, Ngantang, Pagak, Tirtoyudo, Tumpang dan Wajak. Karena selama sepekan terakhir tidak ada satupun warga di wilayah ini terpapar Covid-19.

“Alhamdulillah sudah delapan kecamatan di Kabupaten Malang masuk kategori zona hijau. Sedangkan 25 lainnya zona kuning. Sementara zona orange dan merah tidak ada,’’ ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM.

Menurutnya delapan kecamatan masuk zona hijau karena tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan lebih tinggi. Terlebih saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sejak 9 Febuari 2021.

“Kalau dulu PSBB hanya Satgas saja yang terlibat saat pelaksanaan, kemudian PPKM hanya sampai tingkat kecamatan yang terlibat. Tapi PPKM Mikro semuanya terlibat. Mulai elemen paling bawah, atau tingkat RT. Sehingga sangat efektif menekan angka penularan Covid-19,’’ ungkapnya.

Wahyu menyebutkan, PPKM Mikro sangat efektif diterapkan, karena seluruh elemen masyarakat terlibat. Selain itu pendanaan kegiatan PPKM Mikro juga sangat jelas, yaitu dari APBD dan Dana Desa.

“Karena peruntukkannya jelas, sehingga pelaksana di lapangan tidak ada kesulitan,’’ urai mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang ini.

Dia menambahkan sesuai Surat Edaran Kementrian Keuangan, bahwa minimal 8 persen DD dapat digunakan untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19. Salah satunya dapat digunakan untuk membiayai kegiatan PPKM Mikro.

“Untuk kelurahan yang tidak mendapatkan Dana Desa, pembiayaannya dicover APBD melalui Belanja Tidak Terduga (BTT),’’ bebernya.

Kecuali untuk kegiatan Testing, Treacing dan Treathment (3T), dikatakan Wahyu semuanya dicover oleh APBD melalui dinas terkait. “Sarana dan prasarana untuk 3T semakin lengkap. Sehingga saat ditemukan warga terpapar Covid-19 petugas dengan cepat bergerak melakukan penanganan. Tidak hanya yang terpapar, tapi juga 3T,’’ tegasnya.

Lebih lanjut, Wahyu memastikan bahwa PPKM Mikro sangat efektif menekan angka penularan Covid-19. Dia menyebut sebelum PPMK Mikro diterapkan hasil maping ditemukan hanya satu kecamatan saja yang zona hijau. Selanjutnya di akhir PPKM Mikro tahap I selesai 22 Febuari 2021 lalu ada empat kecamatan yang zona hijau. Sedangkan di PPKM Mikro tahap II ini ada delapan kecamatan zona hijau. “Kami yakin jumlah ini semakin bertambah. Apalagi tingkat kesadaran masyarakat sendiri semakin tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan,’’ optimisnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malang Suwadji membenarkan bahwa DD dapat digunakan untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19. Dia menjelaskan, sampai dengan kemarin, dari 378 desa yang ada di Kabupaten Malang hanya 47 desa yang belum tersalurkan DD untuk tahap pertama.

47 desa ini tersebar di 12 kecamatan. Yakni Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Turen, Bululawang, Tumpang, Karangploso, Pujon, Ngantang, Wonosari, Pagelaran, Ngajum, Ampelgading dan Pakis.

“47 desa ini sudah mengajukan, sekarang masih kami proses untuk kemudian kami ajukan ke ke BKAD dan KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara),’’ katanya.

Namun, bukan berarti 47 desa itu tidak menerima DD sama sekali. Sebaliknya masing-masing sudah menerima 8 persen dari total pencairan tahap I DD. “8 persen itu dicairkan dulu untuk penanganan Covid-19 salah satunya untuk penanganan PPKM Mikro,’’ jelas Suwadji.

Dia menguraikan untuk pagu DD Kabupaten Malang Rp. 388.606.827.000. Dari nilai tersebut, minimal 8 persen untuk penanganan covid 19 atau pembiayaan PPKM Mikro. Yakni angkanya sekitar Rp 31.088.846.000.(ira/agp)