Kabupaten 5 Pos Sekat, Batu 3 Lokasi

53

Larang Mudik, Surati Travel Hingga Perusahaan Bus

Malang, NewMalangPos – Ramai-ramai petakan pos sekat pemudik. Setelah Kota Malang, Kabupaten Malang proyeksi lima lokasi batasi akses pemudik. Sedangkan Kota Batu bakal bangun tiga pos sekat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Ek Hafi Lutfi mengatakan rencananya sesuai hasil rapat koordinasi dengan Polres Malang ada lima pos penyekatan. Lokasinya tersebar di wilayah Malang Utara dan Malang Selatan.

“Untuk titiknya di antarannya exit tol Lawang, exit tol Singosari, exit tol Pakis, Sumberpucung dan Ampelgading,’’ katanya. Dia mengatakan, melalui pos penyekatan yang didirikan ini, tidak ada warga yang mudik.

“Teknis penyekatannya, kami masih terus melakukan koordinasi dengan Polres Malang,” kata mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang ini.

Dalam waktu dekat, kata Hafi segera memembuat surat edaran untuk biro travel, angkutan barang dan perusahaan bus terkait larangan mudik. 

“Jangan sampai seperti tahun lalu ya, ada angkutan barang digunakan mengangkut manusia, karena ada larangan mudik. Agar itu tidak terjadi lagi, kami akan membuat surat edaran,’’ tambah Hafi.

Surat edaran lanjut dia dibuat setelah menerima turunan Permenhub terkait larangan mudik dari Dinas Perhubungan Provinsi Jatim. “Permenhub sudah turun, tinggal surat dari provinsi. Itu sebagai acuan kami untuk membuat surat edaran,’’ urainya. 

Di Kota Batu rencananya mendirikan tiga pos sekat pemudik. Kasatlantas Polres Batu AKP Indah Citra Fitriani SIK mengatakan penyekatan lalin larangan mudik direncanakan di Pos Pendem, perempatan lampu merah Pesanggrahan dan Pertigaan Bendo.

“Saat ini kami masih melaksanakan operasi Semeru 2021 yang terhitung mulai 12 – 25 April. Dalam operasi ini kami juga melakukan sosialisasi terkait larangan mudik oleh pemerintah pusat,” bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya pos sekat mudik mulai difungsikan saat larangan mudik diberlakukan. Yakni mulai 6-17 Mei.  

Sementara itu larangan mudik oleh pemerintah pusat tahun ini cukup mengkhawatirkan Organda Pasalnya mereka terancam tidak bisa beroperasi di masa mudik. Hal ini dikatakan Ketua Organda Kota Malang Rudi H Soesamto.  “Kita maunya tetap bisa jalan. Tapi dengan menjalankan prokes yang ketat,” tegas Rudi.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Heru S.IP MT menegaskan masih dikoordinasikan lebih lanjut dengan berbagai pihak. Khususnya Dishub Provinsi Jatim.

“Saya sudah berkomunikasi dengan teman-teman Organda. Untuk soal ini, belum ada keputusan resmi dari pusat (soal larangan transportasi umum beroperasi di masa larangan mudik). Jadi saya minta teman-teman organda tenang dulu,” tandasnya.

Mantan Camat Klojen ini menegaskan pemerintah masih merumuskan hal teknis seperti itu. Juga memikirkan bagaimana nasib mereka yang terdampak akibat larangan mudik. Khususnya yang mendapat penghasilan dari transportasi umum.

Tidak hanya pihaknya juga terus berkomunikasi dengan Dishub Provinsi Jatim. Yakni tentang usulan ataupun opsi pemberian kompensasi bagi mereka yang terdampak.  “Ini semua masih dibahas. Kita juga akan upayakan ini tidak memberikan kerugian signifikan bagi kelompok masyarakat tertentu,” pungkas Heru. (ira/eri/ica/ian/van)