Kabel Semrawut Sampah Visual

Kabel semrawut tak beraturan merupakan masalah lama yang terjadi di Kota Malang. Butuh upaya penyelesaian yang konkrit.

Pemkot Jajaki Bikin Regulasi dan Jalur Kabel Bawah Tanah

NEW MALANG POS – Kabel semrawut bergelantung di berbagai sudut Kota Malang kembali jadi sorotan. Selain merusak keindahan kota juga membahayakan. Untuk mengatasi masalah itu, Pemkot Malang siapkan dua lankah penanganan. (baca grafis)

Kabel semrawut di Kota Pendidikan ini jadi sampah visual. Parahnya tampak di kawasan-kawasan ikonik Kota Malang. Sampah visual berupa kabel semrawut ini yang terdapat di kawasan ikonik di antaranya di Kawasan Heritage Kayutangan. Mulai dari perempatan Rajabali hingga pertigaan Monumen Patung Chairil Anwar.

Lokasi kedua di gerbang masuk kawasan Koridor Ijen. Sebelum memasuki kawasan Ijen pandangan mata sudah pasti disambut kabel bergelantungan. Terutama dari arah Jalab Semeru dan Jalan Bromo.
Kawasan lain yang juga kerap tampak kabel semrawut di antaranya Jalan Borobudur hingga sepanjang kawasan Jalan Soekarno-hatta.

Baca Juga :  Butuh Persiapan Matang, Tak Mau Jadwal Dadakan

Kondisi itu sangat disayangkan pakar tata kota ITN Malang Ir Budi Fathoni. Sebagai tim akademisi yang kerap memberikan rekomendasi penataan kota ia sudah berkali-kali menyarankan penataan kabel.
Khususnya di kawasan-kawasan yang diproyeksikan menjadi ikon Kota Malang. Seperti salah satunya sepanjang kawasan Kayutangan.

Dosen planologi ITN Malang ini menyebut dampak kabel semrawut tidak hanya dari estetika kota saja. Tapi juga menjadi cerminan sebuah kota. Ia menjelaskan bahwa penataan kabel menjadi salah satu penampakan muka atau fasad kota.
Sama halnya tambah Budi, dengan sebuah rumah. Yang jika dilihat dari luar saja sudah tidak bagus, maka di dalamnya akan dianggap tak bagus pula. “Kabel semrawut ini mencerminkan juga kalau kotanya tidak pintar. Apalagi semrawutnya ini kawasan ikon,” papar Budi.

Baca Juga :  BPF Malang Berbagi, Bantu Korban Gempa 3,5 Ton Beras dan 8 Ton Semen

Tidak hanya memengaruhi wajah kota, keselamatan warga pun juga bisa terancam jika kabel dibiarkan semrawut. Karena rawan terjadi masalah teknis jika kabel usang. Budi menegaskan Pemkot Malang harus tegas jika hendak menyusun regulasi terkait penataan kabel. Kewajiban pemasang kabel harus diatur jelas lengkap dengan sanksi yang tegas.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Ir Diah Ayu Kusuma Dewi mengatakan Pemkot Malang sudah menyiapkan langkah konkrit. Bahkan sudah mengkaji penyusunan regulasi penataan kabel.

Baca Juga :  Jalan Merbabu Aspalnya Mulus, Jalannya Berlubang

“Kita memang akan bahas itu. Selama ini kan kabel-kabel ini begitu karena memang tak ada izinnya. Kita masih belum punya regulasinya,” kata Diah.

Ia menjelaskan regulasi nantinya dapat berbentuk peraturan daerah (perda) ataupun peraturan wali kota (perwal). Isinya mengatur syarat izin pemasangan kabel. Prosedural pemasangan kabel yang rapi juga menjadi syarat khusus.

Sementara itu dijelaskannya pula bahwa Pemkot Malang mempertimbangkan opsi lain. Yakni membangun jalur ducting atau jalur kabel bahwa tanah.

“Jadi opsi ini membuat kita bisa membangun jalur sendiri untuk kabel bawah tanah. Nanti yang mau pasang prosedurnya sewa atau ada perjanjian kerjasama. Itu beberapa upaya kami kedepan,” pungkas Diah. (ica/van)

artikel Pilihan