Jumat Ini Polisi Periksa David Noah Soal Dugaan Penggelapan Uang

Pemain Keyboard Noah, David, akan diperiksa polisi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan sejumlah uang. (Foto: Tangkapan Layar dari Youtube NOAH OFFICIAL/ CNN Indonesia)

Jakarta, NewMalangPos – David Kurnia Albert Dorfel alias David Noah dan sejumlah terlapor lainnya bakal diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (20/8) lusa. Penyidik bakal memanggil pemain keyboard band Noah, terkait laporan dugaan penipuan dan penggelapan sejumlah uang.

“Tanggal 20 kami mengundang saudara David, YS, dan EAS” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (18/8).

Dalam laporan ini, Lina Yunita selaku pelapor telah lebih dulu diperiksa oleh penyidik pada 12 Agustus lalu.
Selain itu, disampaikan Yusri, penyidik juga telah memeriksa seseorang berinisial RW selaku saksi dari pelapor pada Senin (16/8) kemarin.

Baca Juga :  Masuk Daftar Forbes 30 U-30 Asia 2021, Maudy Ayunda Bikin Bangga Indonesia

“Kemudian tanggal 19, kami berencana undang saksi dari pihak bank,” ucap Yusri.

Laporan terhadap David teregister dengan nomor LP/B/3761/VII/2021/SPKT Polda Metro Jaya tertanggal 5 Agustus 2021. Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP. Dalam laporan itu, pihak pelapor tercatat atas nama Lina Yunita.

Sementara pihak terlapor adalah David Kurnia Albert Dorfel dan Yudhi Sulistyono.
David pun telah angkat suara dan membantah tuduhan yang dilayangkan oleh Lina selaku pelapor. Ia menyebut bahwa dirinya tidak melakukan penggelapan uang pinjaman dari Lina karena semua uang itu telah masuk ke rekening perusahaan.

Baca Juga :  Kios Tambal Ban Kobong, 6 Orang Terbakar

David menerangkan dirinya hanya menjadi jembatan antara perusahaan dengan Lina selalu direktur komunikasi untuk mendapatkan investor
Namun di tengah jalan, proyek yang mereka jalankan harus terhenti akibat pandemi Covid-19.

Kata David, beberapa rekan dalam proyek tersebut juga menghilang sehingga dirinya terpaksa harus menghadapi tuntutan investor yang dalam hal ini adalah Lina.
“Dengan uang seadanya saya mediasi (ke Lina), saya menawarkan (uang) setengah miliar,’ tolong diterima ini uang saya pribadi,’ tapi ditolak karena hitungannya memang lebih besar,” ujar David dalam jumpa pers virtual pada Jumat (13/8).

Baca Juga :  Cegah Hoaks Gempa di Malang, Tim Siber Polda Jatim Patroli Dunia Maya

“Jadi kalau masalah saya menggelapkan dananya tidak benar, dan soal tidak ada iktikad menyelesaikan, saya tetap berusaha untuk menyelesaikan dengan baik-baik, walau teman-teman saya tidak ada yang bisa dihubungi, terus dicari juga susah,” lanjutnya.
(dis/wis/cnni/ley/nmp)

artikel Pilihan