Jokowi Buka Suara Soal Wacana Presiden 3 Periode

Ilustrasi: Merespons wacana masa jabatan presiden menjadi 3 periode, Presiden Joko Widodo mengingatkan pelbagai pihak untuk tidak membuat kegaduhan baru di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Biro Pers/CNN Indonesia)

Jakarta, NewMalangPos– Ramainya  perbincangan tentang wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara.

Jokowi menegaskan dirinya tak memiliki niat untuk menjabat presiden selama tiga periode. Ia menyatakan tetap mematuhi Undang-undang Dasar (UUD) 1945 sebagai konstitusi negara yang mengatur masa jabatan presiden selama dua periode.

“Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak berminat juga menjadi presiden tiga periode. Konstitusi mengamanatkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama,” kata Jokowi yang dilansir CNN Indonesia, Selaa  (16/3).

Baca Juga :  Bupati Bogor Geram Staf Puskesmas Asik Karaoke, Abaikan Warga Berobat

Jokowi kembali menegaskan bahwa tidak perlu lagi menyikapi isu tiga periode jabatan presiden. Sikapnya itu disebut masih akan terus sejalan dengan konstitusi.

“Bolak-balik ya sikap saya tidak berubah,” tutur Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu mengingatkan pada masa pandemi Covid-19 ini mestinya seluruh pihak mencegah kegaduhan. “Janganlah membuat kegaduhan baru. Kita saat ini tengah fokus pada penanganan pandemi,” kata dia.

Diketahui, wacana masa jabatan presiden 3 periode baru-baru ini dilontarkan inisiator Partai Ummat, Amien Rais. Amien mengatakan menangkap sinyal politik juga skenario yang mengarah agar Presiden Jokowi kembali terpilih hingga tiga periode.

Baca Juga :  Arab Saudi Batasi Penggunaan Pengeras Suara Masjid

Namun isu perpanjangan masa jabatan presiden di era pemerintahan Jokowi ini pertama kali bergulir. Pada medio akhir 2019 lalu, wacana serupa sudah sempat ramai diperbincangkan.

Kala itu, Jokowi menaruh curiga kepada pihak yang mengusulkan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Menurut Jokowi, usulan tersebut bakal merugikannya.

Terpisah, Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman turut menegaskan Jokowi tak akan mengkhianati aturan jabatan presiden dua periode yang diatur di UUD 1945.

“Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,” kata Fadjroel.

Baca Juga :  Kronologi Pelanggan PLN Bayar Tagihan Rp68 juta

Adapun sikap fraksi di MPR pun beragam terkait wacana masa batas jabatan presiden tiga periode tersebut. Mayoritas fraksi menyatakan menolak gagasan itu.

Terhitung beberapa fraksi besar seperti PDIP, PPP, PKS, Nasdem dan, Demokrat menentang wacana tersebut. Di sisi lain, Wakil Ketua PKB Jazilul Fawaid memiliki pandangan berbeda. Ia secara pribadi mendukung wacana presiden tiga periode asalkan disetujui oleh fraksi-fraksi di MPR. (rzr/nma/cnni/mg2/ggs/nmp)