Joe Biden Telepon Xi Jinping, Harga Minyak Melambung

Harga minyak mentah dunia naik tajam pada perdagangan Jumat (10/9) waktu Amerika Serikat (AS) atau Sabtu (11/9) waktu Indonesia.(ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/CNN Indonesia).

Jakarta, NewMalangPos – Harga minyak mentah dunia saat ini mengalami kenaikan yang cukup tajam pada perdagangan Jumat (10/9) waktu Amerika Serikat (AS) atau Sabtu (11/9) waktu Indonesia.

Harga minyak tersebut melonjak setelah Presiden AS Joe Biden menelepon Presiden China Xi Jinping pada Kamis (9/9). Pedagang berharap agat komunikasi keduanya dapat mendorong aset berisiko.

Di sisi lain, kenaikan juga disebabkan oleh melandainya pasokan minyak di AS akibat Badai Ida.

Mengutip Antara, Senin (13/9), harga minyak mentah berjangka Brent pengiriman November meroket US$1,47 atau 2,3 persen dibanderol jadi US$72,92 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga :  Balas Turki, Yunani Ancam Ubah Rumah Ataturk Museum Genosida

Lalu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Oktober naik US$1,58 atau 2,3 persen menjadi US$69,72 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sepekan lalu, harga minyak mentah AS menguat 0,6 persen. Sedangkan minyak acuan Brent naik 0,4 persen. Sepanjang tahun ini Brent telah reli hingga 41 persen.

Sekitar tiga perempat produksi minyak lepas pantai teluk AS masih berhenti sejak akhir Agustus akibat badai Ida. Per hari, produksi di area tersebut sebanyak 1,4 juta barel per hari atau setara produksi total di Nigeria.

Baca Juga :  Warga Somalia Kembali di Teror Bom Mobil

Sementara China melepas cadangan minyak strategisnya guna mengimbangi kekurangan produksi di Teluk Meksiko.

“Pasar kembali fokus pada situasi pasokan yang lebih ketat secara global dan itu memberi dorongan,” kata Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn.

Analis Broker OANDA Jeffrey Halley menyebut komunikasi Biden dan Xi berefek pada pasar minyak, seperti ke pasar aset lainnya. Pembicaraan tersebut diharapkan dapat meningkatkan perdagangan global.

“Panggilan telepon Biden-Xi memiliki efek yang sama pada pasar minyak seperti pada kelas aset lainnya,” ujar Halley, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (13/9).
(wel/age/cnni/mg9/jon)

Pilihan Pembaca