Jelang Kembali Sekolah, Dikbud Masih Sosialisasi

7
new malang pos
Siswa SMA di Kota Malang mengikuti Ujian Satuan Pendidikan (USP) tahun lalu sebagai pengganti UN. Tahun ini UN Kembali tidak dilaksanakan karena wabah Virus Korona. (NMP-Ipunk Purwanto)

NewMalangPos – Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Dikbud) Kota Malang memulai belajar tatap muka Kamis (15/4) besok untuk SD masih tunggu kepastian. Dikbud belum menyebutkan sekolah-sekolah yang siswanya kembali ke sekolah. Padahal sekolah sebenarnya sudah siap. (baca grafis di Koran New Malang Pos edisi 14 April 2021)

Hingga Selasa (13/4) malam, Dikbud masih melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa.  Untuk diketahui salah satu syarat pembelajaran tatap muka di sekolah yakni harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa. Di sisi lain, Dikbud sebelumnya memastikan belajar tatap muka untuk kelas VI SD dimulai Kamis (15/4) besok.

Kepala Dinas Dikbud Kota Malang Suwarjana, SE MM hingga tadi malam belum menyebutkan SD yang memulai sekolah tatap muka besok. Alasannya masih sosialisasi.

“Hand sanitizer semua sekolah sudah punya, wastafel untuk cuci tangan ada semua, thermo gun juga ada. Sekarang sedang tahap sosialisasi kepada wali murid, harapan kami sekolah mana yang kami pakai untuk uji coba orang tua juga harus merelakan putra putrinya mengikuti sekolah tatap muka,” kata Suwarjana.

Ia menegaskan, pada prinsipnya apabila ada satu orang tua siswa tidak setuju berarti satu kelas tidak dapat menggelar sekolah tatap muka. Kini hanya menunggu izin orang tua.

Sedangkan beberapa ketentuan selama belajar tatap muka yakni orang tua wajib mengantar dan menjemput anaknya di sekolah. Jika siswa tak puasa maka harus membawa bekal dari rumah. Sedangkan jam pembelajaran lebih singkat mulai 07.30 – 11.30.

Sementara itu, pihak SD Insan Amanah mengaku meskipun instruksi tatap muka terbilang mendadak namun pihaknya telah siap melaksanakan. Sekolah ini telah menyusun prosedur operasional standar untuk guru, siswa dan orang tua. Termasuk saat akan mengikuti ujian, saat istirahat dan prosedur pulang dari sekolah.

“Kami juga membuat mitigasi dan Satgas Covid-19 sekolah, tupoksinya apa saja sudah jelas.  Kami juga sudah menambah tempat cuci tangan dan melakukan pembatasan siswa di dalam ruangan,” terang Kepala SD Insan Amanah Dr Suhardini Nurhayati, M.Pd.

Jika sebelumnya siswa dalam satu ruangan berisi 35 siswa sebagai upaya pencegahan maka selama sekolah tatap muka dalam satu kelas hanya diisi 10-12 siswa. Tujuannya agar lebih longgar. Wajib menggunakan masker dan faceshield bagi siswa dan guru. Tak hanya itu sekolah ini juga mengatur pintu keluar masuk yang berbeda.

Selain itu karena sekolah tatap muka bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan nantinya siswa tidak ada jam istirahat, hanya istirahat sejenak di dalam kelas. Sekolah tatap muka akan diawali  siswa kelas VI dengan total 103 siswa.

“Mulai tanggal 15 April anak-anak masuk sampai tanggal 30 April. Dari sini nanti kami akan lihat seperti apa jalannya sekolah tatap muka,” paparnya.

Ia menegaskan dari 103 siswa kelas VI ketika dilakukan jejak pendapat sebanyak 23 orang tua tidak memberikan izin. Kemudian SD Insan Amanah mengadakan zoom dan memberikan edukasi terkait kesiapan sekolah termasuk sarana dan prasarana akhirnya tinggal tiga wali murid yang tidak mengizinkan.

“Tiga wali murid masih akan saya telepon lagi untuk menjelaskan seperti apa sekolah tatap mukanya dan ujian sekolahnya. Tapi kalau tidak mau kami tidak memaksa tetap akan kami layani dengan sekolah daring dan ketika ujian nanti guru kami yang akan datang ke rumah untuk melakukan pengawasan saat ujian,” tutupnya.

Seperti diketahui sekolah tatap muka ini sekaligus untuk mempersiapkan siswa kelas VI menghadapi Ujian Sekolah. Jika tahun 2020 kelulusan siswa ditentukan berdasarkan nilai rapor, di tahun 2021 menggunakan Ujian Sekolah yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.(lin/van)