Viral Penjual Makanan Keliling dengan Suara Melengking di Lumajang

NMP
Sumartini menjajakan dagangannya dengan suara melengking (Foto: Tangkapan layar/Detik/newmalangpos)

NewMalangPos – Penjual makanan keliling bernama Sumartini ini mempunyai cara berbeda menarik perhatian pelanggannya. Ia menawarkan dagangannya dengan suara super melengking yang bisa dibilang memekakkan telinga.

Namun cara unik Sumartini ini berhasil. Banyak orang yang akhirnya membeli dagangannya. Suara melengking Sumartini menjadi viral di sejumlah video yang beredar di media sosial.

Salah satunya di akun TikTok @datozainal. Video berdurasi 1 menit 30 detik itu memperlihatkan Sumartini masuk ke areal salah satu SPBU di Lumajang. Turun dari motornya, perempuan 40 tahun itu langsung berteriak melengking.

“Jajane wong urip pun telas mi, ket wau subuh sadean mulai subuh sampe sore dagangane alhamdulilah hirabbil alamin. Pokok e matur suwun wis karo sopo ae sing katene tuku jajane mbak Sumartini. cuma 2000-an. Monggo jajane sing 2 ribuan kantun telas pun sore, pun sonten wis wayahe mulih,” teriak Sumartini dengan suara cepat dan melengking.

Baca Juga: Tanggapi Komen Netizen, Sutiaji Cek Banjir Kayutangan

Perekam video tersebut pun tertawa terpingkal-pingkal mendengar celotehan melengking Sumartini. Ia pun segera mendekat dan menanyakan makanan atau jajan apa yang masih ada.

“Apa ini, jualan apa, oh yang viral ini sampeyan to mbak. Rumahnya mana?,” ujar si perekam.

Pertanyaan perekam video ditimpali ibu dua anak ini lagi-lagi dengan suara melengking.

“Jajan wong uriiiiiiippppp, sego jagung ketan koro ketan bubuk klepon buki cenil lapis onde onde getasan sego …. pokoke sembarang kalir, nasi e semua serba 6 ribu jajane 2 ribu,” teriak Sumartini.

Video ini sudah ditonton sebanyak 266.000 kali dengan komentar sebanyak 1.579 kali.

Mengutip Detik News, Sabtu (26/12), Sumartini mengiyakan jika ia sering divideokan dan diviralkan. Ia pun tak masalah selama dagangannya laku.

“Saya jualan keliling menggunakan motor setiap hari. Yang djual makanan dan kue tradisional seperti klepon, latok, onde-onde, getas, ketan bubuk, lemper Harganya terjangkau, mulai Rp 2 ribu sampai 5 ribu,” kata perempuan asal Lumajang ini. (iwd/Dtk)