Pemprov Jawa Timur Terapkan PPKM Mikro di Seluruh Kabupaten/Kota

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Forkopimda menyampaikan hasil rakor PPKM Mikro, Senin (8/2/2021) malam. (Istimewa/Inews Jatim)

NewMalangPos – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menerapkan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di 38 kabupaten/kota.

Keputusan ini diambil berdasarkan rapat koordinasi forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), Senin (8/2) malam. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, PPKM Mikro di seluruh Jatim mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penanganan Covid-19. Dalam PPKM Mikro, penanganan Covid-19 menyasar hingga tingkat rukun tetangga (RT).

“PPKM Mikro ini dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT,” katanya, seperti dikutip dari iNews Jatim, Rabu (10/2). 

Adapun zonasi yang dimaksud terbagi atas zona hijau, zona kuning, zona oranye dan zona merah. Di Jatim ada sebanyak 210 RT yang zona merah, 1.245 RT zona oranye, 10.023 RT zona kuning dan zona hijau 81.730 RT.

Baca Juga: Masalah Warisan Tinggi, Kejari Buka Konsultasi Virtual

“PPKM Mikro kami terapkan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Basisnya tingkat RT,” ujarnya. 

Pada PPKM Mikro ini akan dibentuk posko di tingkat desa/kelurahan dengan penanggung jawab kepala desa/lurah. Nantinya, program ini akan dilakukan monitoring dan evaluasi dan pengawasan oleh pos jaga desa yang dikoordinasi dengan Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan berkoordinasi dengan TNI/Polri.

Posko ini bisa terdiri atas berbagai unsur masyarakat mulai dari ketua RT, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, PKK, Dasawisma, Karang Taruna, tokoh masyarakat, relawan, dan lainnya.

“Poskonya ada di desa, karena ini kaitan dengan update data, reportase dari seluruh dinamika yang terjadi di desa atau kelurahan itu,” ujar Khofifah.

Untuk diketahui, dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 disebutkan, RT zona hijau yakni ketika diwilayah itu tidak ada kasus Covid-19. Maka skenario pengendalian dilakukan dengan surveilans aktif, seluruh suspek dites dan pemantauan kasus tetap dilakukan secara rutin dan berkala.

Zona kuning dengan kriteria terdapat satu sampai lima rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir.

Skenario pengendalian yakni menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat. Lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat.

Zona oranye dengan kriteria jika terdapat enam sampai dengan 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir.

Skenario pengendalian yakni menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat. Lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat. Serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

Zona merah dengan kriteria jika terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir.

Skenario pengendalian yakni pemberlakuan PPKM tingkat RT adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat, menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

Selain itu melarang kerumunan lebih dari tiga orang, membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga Pukul 20.00 WIB dan meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan.(iNews/nmp)