Janin Korban Aborsi yang Gegerkan Warga Mojokerto Terungkap, Pelaku Diringkus

26
new malang pos
Pelaku yang menggugurkan bayinya sendiri (Foto: Enggran Eko Budianto/Detik News)

NewMalangPos- Janin yang dikubur di Pemakaman Islam Dusun Sugihwaras, Desa Sampangagung, Kutorejo, Mojokerto tersebut dipastikan korban aborsi. Pelakunya pun sudah diringkus sekaligus menjawab teka-teki makam bayi misterius tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan janin tersebut digugurkan dari kandungan Nungki Merinda Sari (25) pada Jumat (8/1). Buruh pabrik plastik di Sidoarjo ini meminum obat penggugur kandungan merk Cytotec.

Saat itu dia menenggak satu butir Cytotec di kamar kosnya di Desa Sekargadung, Pungging, Mojokerto. Keesokan harinya, Sabtu (9/1) pagi, Nungki meminum satu butir pil yang sama. Selain itu, dia juga memasukkan Cytotec ke kemaluannya.

“Hari itu juga sore harinya tersangka meminum satu butir dan memasukkan satu butir ke kemaluannya. Setelah itu keluarlah janin tersebut,” kata Dony saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, dilansi dari Detik News, Senin (8/3).

Gadis asal Pare, Kediri ini lantas meminta bantuan kekasihnya untuk mengubur janin tersebut di Pemakaman Islam Sugihwaras pada Minggu (10/1). Kekasih Nungki adalah M Zainul Mustofa (29), warga Desa/Kecamatan Pungging.

“Dia (Nungki) membenarkan sudah melakukan aborsi dengan meminum obat jenis Cytotec. Dia mengubur janin bersama kekasihnya,” terangnya.

Makam janin yang dikubur tersangka baru ditemukan Sumadi, warga Dusun Sugihwaras pada Kamis (14/1) sore. Saat itu Sumadi berziarah ke makam ibunya di Pemakaman Islam Sugihwaras. Sontak makam tersebut saat itu membuat heboh warga setempat karena tidak diketahui pembuatnya.

Tim gabungan Satreskrim Polres Mojokerto dan Polsek Kutorejo menyelidiki penggugur janin tersebut. Petugas meringkus Nungki di kamar kosnya pada Kamis (18/2).

“Tersangka mengaku membeli obat penggugur kandungan secara online, komunikasi menggunakan akun Facebook,” jelas Dony.
Untuk mengugurkan kandungannya, Nungki membeli obat seharga Rp 1,5 juta via online. Dia mendapatkan 10 butir Cytotec, 1 strip Amoxilin dan 1 strip Asam Mefenamat. Total dia menggunakan 5 dari 10 butir Cytotec yang dia beli.

Akibat perbuatannya, Nungki disangka dengan pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) juncto pasal 194 juncto pasal 75 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan subsider pasal 77A ayat (1) juncto pasal 45A UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman pidananya 10-15 tahun penjara,” tandas Dony. (eeb/iwd/dtk/ley/nmp)