Jangan Menghujat Pemimpin

SAFARI SUBUH: Wali Kota Malang Sutiaji menggelar safari subuh di Masjid Nasrudin Jalan Raya Ki Ageng Gribig Kedungkandang.

NEW MALANG POS, MALANG – Safari subuh kembali digelar Wali Kota Malang Sutiaji. Jumat (22/10) kemarin, wali kota tidak sendiri. Pengasuh Ponpes An Nur Bululawang Gus Syaichur Rizal turut mendampingi Sutiaji di Masjid Nasrudin Jalan Raya Ki Ageng Gribig Kedungkandang.

Usai salat subuh berjamaah, Sutiaji mengajak jamaah dan warga Kota Malang untuk menjaga serta mensyukuri hidup yang diberikan, sehat dan kelakuan yang baik. Urusan negara akan selesai jika penduduk bumi iman dan taqwa. “Jadikan masjid sebagai pusat penguatan moral (iman taqwa),” kata Sutiaji di hadapan para jamaah.

Baca Juga :  Pemkot Subsidi Biaya Kurban di RPH

Dijelaskannya, dalam firman Allah nyata adanya dan terbukti. Satu diantaranya saat mengkaji pernyataan pada hari akhir nanti mulut-mulut akan dikunci atau ditutup dan yang akan berbicara adalah tangan-tangan sebagai saksi.

“Tidak perlu menunggu hari akhir, fenomena itu sudah terlihat saat ini. Untuk membicarakan orang lain, ghibah tidak lagi dengan mulut tapi cukup jari jemari kita yang menulis kata-kata pada sosial media dan itu terus melekat serta begitu teralir sulit untuk menetralisirnya,” terangnya.

Safari subuh itu juga dijadikan wali kota sebagai forum mendengarkan aspirasi warga, sekaligus menguatkan sosialisasi Gerbu (Gerakan Seribu) per hari. Juga menyempatkan diri melihat program urban farming sekaligus memanen sayur terong.

Baca Juga :  Permintaan Peti Mati Naik Tiga Kali Lipat

“Ini bagus, warga memanfaatkan secara optimal lahan yang terbatas dan baiknya lagi juga tumbuh secara produktif,” ungkap Sutiaji yang didampingi Kadiskominfo Kota Malang M Nur Widianto dan pejabat lainnya.

Sementara itu, Gus Rizal dalam tausiyah menyampaikan penyakit bangsa saat ini adalah ghibah atau menggunjing orang lain. “Tidak ada dalam tuntunan Islam itu untuk menghujat pimpinan. Bahkan seburuk apa pun seorang pimpinan. Sifatnya mengingatkan dengan santun, penuh rahman rahiim. Negara tidak akan bisa berdiri tegak jika pemimpin terus menerus dihujat seakan kebenaran hanya milik kelompok itu sendiri,” jelas Gus Rizal. (ian/aim)

artikel Pilihan