Jalur Mandiri Politeknik Negeri Malang, Free Uang Gedung Di PSDKU Pamekasan

ONLINE: Para peserta tes jalur SBMPN Polinema dipantau secara online oleh para helpdesk saat mengikuti tes secara daring beberapa waktu lalu. (FOTO : IST)

Malang, NewMalangPosPoliteknik Negeri Malang (Polinema) telah membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Mandiri. Dibuka mulai (21/6) lalu hingga 9 Juli 2021 mendatang. Semua program studi dibuka secara serentak pada Jalur Mandiri ini. Termasuk kelas internasional dan double degre.

Berbeda dengan jalur SNMPN maupun SBMPTN/SBMPN yang dipisah antara D-III dan D-IV. Di Jalur Mandiri D-III Tata Niaga, D-III Rekayasa, D-IV Tata Niaga dan D-IV Rekayasa, semuanya dibuka secara bersamaan. Hanya satu prodi yang sudah tidak dibuka, yakni Teknologi Perawatan Pesawat Udara (TPPU).

Karena kuota untuk prodi ini sudah mencukupi dan memenuhi target untuk dua kelas. “Informasi dari PD 1 kuotanya sudah cukup. Karena kita hanya membuka dua kelas,” ucap Joko Santoso, SE dari UPT Humas Polinema.

Baca Juga :  Universitas Brawijaya, Saling Memaafkan, Civitas Akademika Makin Guyub

Yang menarik pada Jalur Mandiri ini, Polinema memberikan tawaran istimewa bagi para lulusan SMA/SMK dan sederajat. Khususnya bagi mereka yang ada di Pulau Madura. Pasalnya PSDKU Polinema di Pamekasan memberikan keringanan biaya UKT hingga 50 persen.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, Polinema juga membebaskan  Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan (SPFP) atau Uang Gedung, yang biasanya belasan juta rupiah. SPFP D-III tataniaga sebesar 12,5 juta rupiah, D-III Rekayasa 15 juta rupiah, D-IV Tata Niaga 15 Juta Rupiah

Dan D-IV Rekayasa 17,5 juta rupiah. “Semua biaya itu kita bebaskan agar mahasiswa di PSDKU Pamekasan tidak terbebani biaya gedung (SPFP),” katanya.

Joko menjelaskan, program biaya murah untuk PSDKU Pamekasan bertujuan untuk memotivasi dan merangsang lulusan SMA untuk kuliah. Terutama bagi mereka yang ada di Pulau Madura. “Kami yakin kebijakan ini sangat membantu. Tanpa SPFP dan UKT nya dengan subsidi 50 persen. Ini sangat murah. Kami harap tidak disia-siakan oleh mereka yang akan kuliah tahun ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Bekali Lulusan dengan Empat Kompetensi

Ia menerangkan, model tes jalur mandiri sama dengan SBMPN beberapa waktu lalu. Yakni dengan sistem CBT Hybrid, daring dan luring. Peserta yang offline di kampus Polinema nantinya diwajibkan membawa surat keterangan tidak terpapar covid-19. Baik berupa rapid atau swab.  “Cara demikian kami nilai cukup efektif,” imbuhya.

Para peserta yang mengikuti tes secara offline adalah mereka yang terkendala dengan sarana dan jaringan. Karena untuk online mereka membutuhkan komputer dan jaringan internet yang kuat. ditambah satu handphone untuk pengawasan melalui zoom.

Baca Juga :  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Menko PMK: 4C Kunci Raih Sukses

Mereka yang tidak memiliki sarana tersebut, maka opsinya bisa offline ke kampus Polinema. Atau bagi mereka yang berdekatan dengan PSDKU, juga punya opsi yang offline. “kalau yang di PSDKU kita akan fasilitasi perangkatnya saja, kalau ujiannya tetap online CBT,” terang Joko.

Sejauh ini, Polinema masih belum bisa memastikan berapa jumlah peserta yang difasilitasi secara offline. “Jumlahnya masih tentatif.  Kalau situasinya tidak memungkinkan kita akan batasi untuk Malang Raya saja,” tukasnya.

Tes jalur mandiri akan dilaksanakan tiga hari mulai tanggal 12, 13 dan 14 Juli 2021. Itupun tergantung jumlah peminat. Polinema telah menetapkan 30 persen mahasiswa baru dari Jalur Mandiri. Adapun jumlah kuota keseluruhan mahasiswa baru tahun ini sebanyak 3800.  (imm/)