Jalan Patimura Disekat, Dibuka Khusus Ambulans dan Nakes

DISEKAT : Jalan Patimura depan Paviliun RSSA Malang disekat dari arah Timur ke Barat untuk membantu kelancaran ambulans dan nakes. (NMP - IPUNK PURWANTO)

MALANG, NewMalangPos – Penyekatan Jalan Patimura depan Paviliun RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang, menjadikan arus lalu lintas berubah sejak Jumat, (23/7/2021).

Penutupan ini menyusul adanya perubahan arus dua arah Jalan Belakang RSSA Malang, menjadi satu arah.

Penutupan ini mendapat berbagai respon dari masyarakat yang melintas. Karena yang seharusnya bisa menuju Jalan J.A. Suprapto dari arah timur ke barat di depan Paviliun RSSA Malang, kini harus melewati Jalan Diponegoro dan berbelok ke barat melewati Jalan dr. Cipto.

Sedangkan untuk dari Jalan J.A. Suprapto menuju Jalan Simpang Diponegoro tepat di depan Kesdam V/Brawijaya (barat ke timur) tetap dibuka. Sehingga penyekatan hanya berlaku di depan Paviliun RSSA, untuk membantu mobilitas RS.

Baca Juga :  Hadapi Arema U-20

Penutupan jalan ini dilakukan untuk memudahkan atau menlancarkan, kendaraan ambulans dan tenaga kesahatan (nakes) yang melintas. Selain itu juga pasien yang dan keluarga yang sedang menjalani perawatan di Paviliun RSSA Malang.

Wakil Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Suwarno membenarkan hal tersebut. Hingga saat ini penyekatan masih dilaksanakan dan berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

“Untuk rekayasanya memang masih berlangsung di Jalan Patimura, tepatnya di depan Paviliun RSSA Malang. Kami bersama Dishub Kota Malang, memberikan penjagaan untuk mengingatkan warga yang hendak melintas,” jelasnya kepada New Malang Pos, Senin (26/7).

Baca Juga :  Pemkot dan MMI Kenalkan Musisi Nusantara Pecinta Alam di Lobby Balai Kota Malang

Di sisi lain Kadishub Kota Malang Heru Mulyono menjelaskan, memang ini di bawah kewenangan Polresta Malang Kota. Atas permintaan Wali Kota Malang H. Sutiaji, untuk melancarkan arus lalu lintas ambulans.

“Kami tidak melakukan penutupan jalan, tetapi rekayasa lalu lintas. Jadi di depan area Paviliun RSSA itu kan daerah rawan penyebaran Covid-19, jadi kami arahkan untuk lewat jalan lain kalau memaksa ya saya persilahkan lewat,” tuturnya.

Ia memberikan imbauan dan peringatan tegas, karena untuk keamanan dan keselamatan masyarakat. Akan tetapi pihaknya tidak ingin ada bentrok di lapangan, sehingga apabila memang warga mendesak karena kebutuhan khusus maka dipersilahkan.

Baca Juga :  Penguatan Pengarusutamaan Gender

“Saya tekankan kembali, kami melakukan rekaya lalu lintas untuk melancarkan arus lalu lintas ambulans. Untuk masyarakat umum, kami arahkan ke jalan lain. Kami tidak menutup jalan, hanya membantu ambulans agar lebih lancar,” ungkap mantan Camat Klojen itu. (rex/jon)

artikel Pilihan