Jalan Berlubang Jalibar Kepanjen Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanami Tanaman

12
Seorang pengendara motor harus berhati-hati melintas di Jalibar karena banyak jalan berlubang yang terpaksa ditanami tanaman. (NMP-M Prasetyo Lanang.)

MALANG, NewMalangPos – Kekesalan warga terhadap kondisi jalan di jalur lingkar barat (Jalibar) Kepanjen memuncak. Warga menanam tanaman di lubang jalan. Aksi ini karena keluhan mereka terhadap jalan rusak dan berlubang, tidak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah.

Penanaman tanaman itu dilakukan untuk memberi aba-aba bagi pengguna jalan, terutama sepeda motor. Sebab sudah banyak pengendara motor yang jatuh akibat terperosok lubang jalan. Warga tidak ingin jatuh korban lagi, apalagi sampai meninggal dunia.

Jalur lingkar barat (Jalibar) itu diresmikan tahun 2013 lalu. Merupakan jalur alternatif dari Malang menuju ke Blitar atau sebaliknya. Keberadaan Jalibar ini untuk mengurai kemacetan lalu lintas di pusat Kota Kepanjen.

Namun kondisi Jalibar tersebut, kini sangat memprihatinkan. Karena dihiasi dengan banyak lubang. Selain itu juga banyak yang bergerlombang. Edi, salah satu warga mengaku terpaksa menanam tanaman kelengkeng serta tanaman hias lainnya. Tanaman di tanam di lubang dengan kedalaman sekitar 15 sentimeter.

“Kedalaman lubang jalan cukup lumayan. Pengendara motor yang terperosok pasti terjungkal dan jatuh. Sudah sering pengguna jalan terjatuh akibat terperosok lubang,” terang Edi.

Tanaman tersebut ditanam pada akhir pekan lalu. Dibantu warga sekitar, penanaman pohon dan tanaman untuk memberi tanda pada pengguna jalan.  Harapannya supaya tidak ada lagi pengguna jalan atau pengendara motor yang mengalami kecelakaan.

Riska Handayani, salah satu pengguna jalan mengatakan dirinya merasa terganggu dan sering menemui pengendara jatuh. “Sebagai pengguna jalan jelas merasa terganggu. Apalagi setiap hari selalu lewat sini (Jalibar), sehingga harus hati-hati khawatir terperosok lubang,” urainya.

Camat Kepanjen Abai Saleh dikonfirmasi mengatakan bahwa jalan rusak tersebut sudah beberapa kali diperbaiki, namun rusak kembali. Terkait kondisi jalan yang rusak dan berlubang, dia juga sudah melaporkan ke Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.

“Sebenarnya sudah beberapa kali ditutup, namun berlubang lagi karena hanya tambal sulam. Nantinya pasti akan diperbaiki, hanya konsentrasi pemerintah saat ini masih pada penanganan bencana,” tuturnya.

Abai juga mengaku menerima semua keluhan masyarakat. Semua pengaduan tersebut juga sudah diteruskan ke Pemkab Malang melalui Dinas PU Bina Marga. “Sudah kami koordinasikan dan komunikasikan dengan Dinas PU Bina Marga. Sementara waktu, untuk penananganan awal dari Muspika dengan tambal sulam. Ke depan akan diperbaiki oleh pemerintah,” paparnya.(tyo/agp)