Sanksi AS Terhadap Huawei Bertambah, Tak Boleh Akses Cip PC

NEW MALANG POS – Pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak memperbolehkan Huawei untuk mengakses cip komputer PC dan teknologi lain, Senin (17/8).

Sanksi ini makin memperberat situasi perusahaan telekomunikasi China itu yang sebelumnya juga sudah dilarang mengakses teknologi AS untuk membuat cip untuk produksi ponsel mereka.

Kementerian Perdagangan AS menambah daftar 38 perusahaan du dunia dalam daftar hitam. AS menuduh perusahaan-perusahaan itu menggunakan anak perusahaan Internasional untuk mengekspor teknologi asal AS.

Melansir CNN Indonesia, penggunaan anak perusahaan internasional ini dilakukan untuk menghindari sanksi AS.

Pemerintah AS menyebut Huawei menimbulkan risiko keamanan karena dianggap dikendalikan oleh Beijing. Namun, perusahaan itu membantah tuduhan tersebut.

Pengetatan sanksi ini dilakukan bersamaan dengan peningkatan perang dagang antara China-AS. AS juga menuduh China menggunakan perusahaan-perusahaannya untuk memata-matai AS. Namun, China menyangkal tuduhan itu.

Tak cuma Huawei, Presiden AS Donald Trump pun baru-baru ini mengeluarkan larangan untuk aplikasi China, TikTok dan WeChat.

Sebelumnya, Trump sudah melarang perusahaan di AS menggunakan layanan teknologi 5G dari Huawei. Trump bahkan menekan negara sekutu untuk mengambil langkah serupa dengan negara adidaya itu.

Trump juga menjegal penjualan ponsel Huawei dengan melarang Google bekerjasama dengan perusahaan itu. Akibatnya, pengguna ponsel anyar Huawei mulai dari P30 tidak bisa lagi mengakses berbagai layanan Google.

Namun, ponsel itu masih bisa menggunakan Android lantaran sistem operasi ini merupakan produk open source.

Meski demikian, kuartal lalu Huawei masih menjadi produsen ponsel pintar terbesar dunia. Hal ini didorong oleh aksi nasionalisme warga China yang mendorong penjualan Huawei.

Tapi, AS tak hilang akal. Negara itu lantas menjegal pabrik pembuatan chipset yang digunakan memproduksi ponsel Huawei. Di bawah tekanan AS, TSMC, pabrik Taiwan yang memproduksi chipset Huawei menyebut akan menghentikan produksi pada September mendatang.

Lewat sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Mark Pompeo menyebut “(pemerintah AS) melihat Huawei apa adanya, sebagai bagian yang ada di bawah pengawasan Partai Komunis China.”

Pompeo menyebut sanksi baru ini diberlakukan untuk melindungi keamanan nasional AS, privasi warga, dan integritas jaringan 5G dari pengaruh negatif Beijing. (eks/CNNI)