Restoran di China Dihujat Usai Minta Pelanggan Timbang Badan

NEW MALANG POS – Sebuah restoran di China meminta maaf atas kebijakannya yang kontroversial karena meminta pengunjung untuk menimbang berat badan terlebih dahulu sebelum masuk ke tempat mereka.

Kebijakan itu dibuat karena pihak restoran terlalu bersemangat menyikapi kampanye nasional China dalam melawan limbah makanan.

Restoran daging di pusat kota Changsha tersebut menerima hujatan di media sosial China setelah kebijakan itu diumumkan pada Jumat (14/8).

CNN Indonesia melaporkan, pelanggan diminta untuk menimbang bobot mereka dan memindai data mereka di aplikasi yang bisa menghasilkan rekomendasi makanan berdasarkan bobot dan nilai kalori makanan.

Kantor berita China News Service melaporkan sebelumnya Presiden Xi Jinping meminta masyarakat untuk berhenti membuang-buang makanan, karena pandemi serta banjir pada bulan lalu membuat harga pangan melambung.

Sebagai respons atas kampanye tersebut, kelompok katering setempat telah meminta pelanggan untuk mengurangi satu porsi dari jumlah orang dalam pemesanan per meja.

Upaya tersebut dilakukan sebagai cara membalikkan kebiasaan masyarakat China dalam memesan makanan tambahan untuk dikonsumsi bersama-sama.

Sejumlah pengumuman dipajang di restoran daging tersebut bertuliskan “jadilah hemat dan rajin, promosikan piring kosong” dan “operasi piring kosong” yang mengacu pada kampanye nasional dari Xi Jinping.

Begitu kebijakan restoran itu telah dilihat lebih dari 300 juta kali dan viral, berbagai hujatan pun banjir di media sosial Weibo.

Pihak restoran pun meminta maaf atas kesalahpahaman dalam mengartikan kampanye nasional anti limbah makanan tersebut.

“Niat asli kami adalah mendukung penghentian limbah dan memesan makanan dengan cara yang sehat. Kami tak pernah memaksa pelanggan untuk menimbang bobot mereka,” kata pihak restoran dalam pernyataan permintaan maaf mereka.

Media pemeritah China juga melancarkan perang terhadap video makan besar alias mukbang yang ramai di internet. Platform streaming di negara tersebut juga berjanji akan menutup akun yang mempromosikan makan berlebihan dan pemborosan makanan. (AFP/end/CNNI)