NMP
Foto: Pemasangan metal detector di Gedung DPR AS (AFP Photo/CNNI/Newmalangpos)

NewMalangPos– Metal detector kini dipasang di pintu masuk Gedung DPR AS untuk pertama kalinya sebagai tanggapan atas kerusuhan pekan lalu. Pemasangan ini juga diterapkan setelah seorang anggota Partai Republik mengatakan dia akan membawa senjatanya ke Kongres.

Dilansir AFP, Rabu (13/1) magnetometer telah digunakan selama bertahun-tahun di semua pintu masuk pengunjung dan staf ke gedung Capitol AS atau gedung Kongres dan banyak gedung federal lainnya.

Tetapi anggota parlemen diizinkan melewati pemeriksaan keamanan itu asalkan mereka memakai pin kongres mereka.

Baca Juga: Putus Penyebaran Covid di Pasar

Namun kebijakan ini berubah pada Selasa (12/1), menjelang pemungutan suara DPR AS yang membahas potensi pemecatan Presiden Donald Trump dari jabatannya. Keputusan itu dibuat oleh Sergeant-at-arms DPR AS, yang bertanggung jawab atas seluruh layanan pendukung di DPR AS, termasuk menyediakan komputer, perlengkapan dan layanan perbaikan dan keamanan di DPR AS.

“Untuk menyediakan lingkungan yang aman dan terjamin untuk menjalankan bisnis legislatif, efektif segera, semua orang, termasuk anggota, diwajibkan menjalani pemeriksaan keamanan saat memasuki ruang DPR,” kata Plt Sergeant-at-Arms Timothy Blodgett dalam pernyataannya.

“Kegagalan untuk menyelesaikan screening atau membawa barang terlarang dapat mengakibatkan penolakan akses ke ruangan,” lanjutnya.

Para pekerja terlihat memasang salah satu metal detector di depan salah satu pintu ruangan, sementara dua lainnya sudah terpasang di pintu masuk lain. Yang keempat sedang menunggu pemasangan.

Langkah itu dilakukan enam hari setelah massa pendukung Donald Trump mengepung gedung Capitol. Mereka mengganggu Kongres yang saat itu tengah bersidang untuk mengesahkan kemenangan pemilihan presiden terpilih Joe Biden.

Baca Juga : Tindak 688 Pelanggaran PSBB. Kabupaten Paling Tegas, Disusul Batu

Diberitakan Detik News, Rabu (13/1), lima orang tewas dalam kerusuhan di Capitol tersebut.

Perubahan protokol juga terjadi setelah seorang Republikan Colorado, Lauren Boebert, mengatakan dia akan membawa pistol Glock-nya ke Kongres. Dia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya tidak diizinkan untuk mendikte bagaimana dia dapat melindungi dirinya sendiri atau keluarganya.

“Saya akan membawa senjata saya – di DC, dan di Kongres,” katanya dalam video yang diposting di akun Twitter-nya pada 3 Januari, hari di mana dia dilantik sebagai anggota DPR.

Video tersebut menunjukkan dia sedang mengisi senjatanya, memasukkan sarung pinggulnya dan berjalan di jalanan dekat Capitol.

Senjata telah dilarang di DPR sejak 1967. Boebert adalah salah satu ketua Kaukus Amandemen Kedua yang baru dibentuk, yang bertujuan mendukung perlindungan hak untuk memiliki senjata yang diabadikan secara konstitusional. (rdp/ita/Dtk)