Jaringan Kafe China Pesaing Besar Starbucks Mengajukan Bangkrut

Ilustrasi. (Safir Makki/CNN Indonesia)

NewMalangPos – Luckin Coffee, jaringan kafe asal China yang sempat digadang menjadi pesaing besar Starbucks, mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat pada Jumat (5/2).

Keputusan itu diambil setelah kurang dari setahun perusahaan mengakui pemalsuan penjualan senilai jutaan dolar.

Dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (6/2), pihak Luckin Coffee menyebut kebangkrutan ini tidak akan berdampak secara material terhadap operasional kafe. Sekitar 3.600 kafe masih akan buka dan karyawan akan tetap digaji.

“Perusahaan sedang bernegosiasi dengan pemangku kepentingan terkait restrukturisasi kewajiban keuangan perusahaan,” sebut perusahaan dalam sebuah pernyataan resmi seperti dikutip dari AFP.

Baca Juga: KPPN Malang Beri Penghargaan 15 Satuan Kerja

Melansir dari CNN pada April 2020 lalu, Jian Liu, mantan chief operating officer (COO) Luckin Coffee, dan beberapa bawahan terlibat dalam pelanggaran termasuk pemalsuan sejumlah transaksi. Skandal ini bermula di 2019 dan bernilai US$310 juta.

Liu dan CEO Jenny Zhiya Qian pun dipecat pada Mei 2020. Beberapa bulan kemudian sahamnya dihapus dari daftar bursa Nasdaq.

Pada Desember 2020, Securities and Exchange Commission menghukum perusahaan dengan denda US$180 juta untuk menyelesaikan tuduhan penipuan.

Padahal Luckin Coffee didirikan pada 2017 demi bersaing dengan jaringan kopi asal AS, Starbucks. Jaringannya makin luas berkat suntikan investasi asing.(els/ard/cnni/nmp)