AS Sanksi 11 Perusahaan China Terkait Pelanggaran HAM Uighur

new malang pos
Ilustrasi etnis Uighur di Xinjiang, China. (GREG BAKER / AFP)

NEW MALANG POS – Amerika Serikat mengumumkan menjatuhkan sanksi terhadap 11 perusahaan China karena diduga terlibat pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap etnis minoritas Uighur di Xinjiang.

Sanksi tersebut menjadikan 11 perusahaan tersebut tak dapat lagi mengakses barang-barang Negeri Paman Sam.

“11 perusahaan yang terkena sanksi terlibat dalam pelanggaran HAM dan pelecehan berbentuk kebijakan represi pemerintah China, penahanan massal sewenang-wenang, kerja paksa, pengumpulan data biometrik serta analisis genetik secara paksa,” kata Kementerian Perdagangan AS melalui sebuah pernyataan pada Senin (20/7).

Perusahaan-perusahaan itu terdiri dari Changji Esquel Textile, Hefei Bitland Information Technology, Hefei Meiling, Hetian Haolin Hair Accessories, Hetian Taida Apparel, KTK Group, Nanjing Synergy Textiles, Nanchang O-Film Tech, dan Tanyuan Technology.

Dikutip AFP, sembilan perusahaan itu diduga terlibat praktik kerja paksa dengan mempekerjakan etnis Uighur secara paksa.

Sementara itu, Xinjiang Silk Road dan Beijing Liuhe disanksi AS karena “melakukan analisis genetik yang digunakan untuk penindasan terhadap etnis Uighur”.

Sanksi ini dijatuhkan AS tak lama setelah laporan investigasi New York Times mengungkap sejumlah perusahaan China mempekerjakan etnis Uighur dan minoritas lainnya sebagai buruh untuk meningkatkan produksi masker, di tengah lonjakan permintaan selama pandemi virus corona (Covid-19).

Investigasi visual New York Times memperlihatkan beberapa perusahaan itu merekrut para orang Uighur dan juga etnis minoritas lainnya sebagai tenaga kerja mereka, melalui program yang disponsori pemerintah China.

Dilansir dari CNN Indonesia, sejumlah pihak menilai program perekrutan buruh itu kerap memaksa warga Uighur dan etnis minoritas lainnya bekerja di luar kehendak mereka.

Program tersebut kerap mengirimkan orang Uighur dan etnis minoritas lain untuk dipekerjakan di pabrik dan bentuk pekerjaan jasa lainnya. (rds/ayp/CNNI)